Jadi Juri, Piyu Batal Jalani Pemeriksaan

Kompas.com - 06/11/2013, 18:46 WIB
Gitaris Satrio Yudi Wahono atau yang lebih dikenal sebagai Piyu PADI tampil memeriahkan konser mini penyanyi jebolan Indonesian Idol, Citra Scholastika, yang bertajuk Everybody Knew Citra, di Studio 8 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/10/2013) malam. Tampilan Piyu tampak berbeda, dia tak lagi berambut gondrong. TRIBUN JAKARTA/JEPRIMAGitaris Satrio Yudi Wahono atau yang lebih dikenal sebagai Piyu PADI tampil memeriahkan konser mini penyanyi jebolan Indonesian Idol, Citra Scholastika, yang bertajuk Everybody Knew Citra, di Studio 8 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/10/2013) malam. Tampilan Piyu tampak berbeda, dia tak lagi berambut gondrong.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah sebelumnya sudah mengonfirmasi akan hadir memenuhi panggilan polisi pada Rabu (6/11/2013) pukul 13.00, Piyu, gitaris grup band PADI, batal menjalani pemeriksaan. Alasannya, Piyu mengaku harus menjadi juri pada sebuah acara.

"Pukul 12.00, Piyu berkomunikasi dengan penyidik, menyatakan minta ditunda (pemeriksaan) sampai besok karena harus menjadi juri dalam sebuah acara," terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu petang.

Rikwanto mengatakan, dari komunikasi yang telah dilakukan dengan penyidik, Piyu mengatakan akan memenuhi panggilan polisi pada Kamis (7/11/2013) sekitar pukul 12.00 sampai 13.00.

Piyu diperiksa polisi terkait keterangannya saat mengadakan jumpa pers terkait perusakan rumah milik Vika.

Menurut Rikwanto, Piyu tahu banyak hal tentang tersangka perusakan, F. Sementara itu, saksi lainnya yang juga dipanggil oleh polisi, yakni Adiguna Sutowo, Daryono, dan Hendri sampai batas waktu pemanggilan pukul 15.00 mereka belum juga ada keterangan.

Polisi akan melakukan panggilan kedua pada pekan depan. "Kalau tetap tidak hadir, akan kami jemput paksa," tegas Rikwanto.

Siang tadi polisi mengklaim telah memeriksa istri Adiguna Sutowo, Indriani. Indriani diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sejak pukul 10.00 sampai sekitar pukul 13.00. Ia dicecar 20 pertanyaan terkait kepemilikan mobil yang ditabrakkan tersangka perusakan rumah. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X