Kompas.com - 07/11/2013, 16:11 WIB
Pengusaha Adiguna Sutowo (kiri) dan Piyu (tengah), gitaris PADI, berbicara dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (28/10/2013), mengenai perusakan rumah dan sejumlah mobil milik Adiguna di Jakarta, Sabtu (26/10/2013). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAPengusaha Adiguna Sutowo (kiri) dan Piyu (tengah), gitaris PADI, berbicara dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (28/10/2013), mengenai perusakan rumah dan sejumlah mobil milik Adiguna di Jakarta, Sabtu (26/10/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketika diperiksa polisi di Mapolda Metro Jaya, gitaris grup band PADI, Satriyo Yudi Wahyono alias Piyu, ditunjukkan lima foto bergambar wanita. Dua di antaranya diakuinya sebagai foto istrinya.

"Ada dua foto yang benar itu foto istrinya (Piyu). Penyidik mendapatkan sendiri fotonya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/11/2013).

Walaupun Piyu membenarkan dua di antara lima foto tersebut merupakan foto istrinya, polisi enggan menyebutkan identitas istri Piyu. Selain itu, polisi juga tak menyebutkan semua foto yang ditunjukkan kepada Piyu merupakan foto tersangka perusakan rumah Adiguna Sutowo.

Nantinya, foto-foto tersebut akan diperlihatkan kepada tiga orang saksi yang telah diperiksa, yakni dua orang petugas keamanan rumah di Jalan Pulomas Barat VII Blok D2, Pulogadung, Jakarta Timur, milik Adiguna Sutowo, dan seorang pembantu rumah tangga.

Selain itu, dalam kesaksiannya, Piyu mengaku tak mengenal sosok Vika, yang merupakan istri kedua Adiguna yang menjadi korban dalam kasus ini. Ia pun menampik dugaan keterlibatan istrinya dalam kasus perusakan rumah yang terjadi pada 26 Oktober 2013 dini hari.

Mengenai adanya video rekaman dari ponsel yang merekam peristiwa perusakan, Rikwanto mengatakan akan mengonfirmasikan hal tersebut setelah tersangka F ditangkap atau menyerahkan diri.

Piyu diperiksa di Mapolda Metro Jaya pada Rabu (6/11/2013) pukul 19.00 sampai 20.30. Piyu dicecar 19 pertanyaan terkait perusakan rumah di Jalan Pulomas Barat VII Blok D2, Pulogadung, Jakarta Timur. Rencananya, polisi akan memeriksanya kembali karena ada keterangannya yang tidak sinkron.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penipu Mengaku Pegawai Bank Ditangkap, Korban Rugi Rp 1,28 Miliar

Penipu Mengaku Pegawai Bank Ditangkap, Korban Rugi Rp 1,28 Miliar

Megapolitan
Diberi Rapor Merah, Anies Minta LBH Tak Hanya Evaluasi Jakarta

Diberi Rapor Merah, Anies Minta LBH Tak Hanya Evaluasi Jakarta

Megapolitan
Hindari Masa Kedaluwarsa, Pemkot Bekasi Segera Gunakan 433.000 Dosis Vaksin Covid-19 yang Tersisa

Hindari Masa Kedaluwarsa, Pemkot Bekasi Segera Gunakan 433.000 Dosis Vaksin Covid-19 yang Tersisa

Megapolitan
Ini Penjelasan Anies Soal Penyebab Molornya Proyek ITF

Ini Penjelasan Anies Soal Penyebab Molornya Proyek ITF

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Cengkareng Sudah Jaring 5.700 Nasabah dari 17 Aplikasi

Kantor Pinjol Ilegal di Cengkareng Sudah Jaring 5.700 Nasabah dari 17 Aplikasi

Megapolitan
Bongkar Jaringan Peredaran Ganja Jakarta-Jawa Barat, Polisi Ungkap Modus Klasik

Bongkar Jaringan Peredaran Ganja Jakarta-Jawa Barat, Polisi Ungkap Modus Klasik

Megapolitan
DKI Jakarta PPKM Level 2, Anak di Bawah Usia 12 Tahun Belum Boleh Masuk Ancol

DKI Jakarta PPKM Level 2, Anak di Bawah Usia 12 Tahun Belum Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
PPKM Jakarta Turun Level 2, Ini Aturan Masuk Tempat Wisata

PPKM Jakarta Turun Level 2, Ini Aturan Masuk Tempat Wisata

Megapolitan
Kasus Penipuan Rekrutmen PNS oleh Anak Penyanyi ND Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Penipuan Rekrutmen PNS oleh Anak Penyanyi ND Naik ke Tingkat Penyidikan

Megapolitan
Tangsel PPKM Level 2, Sejumlah Aturan Pembatasan Kegiatan Disesuaikan

Tangsel PPKM Level 2, Sejumlah Aturan Pembatasan Kegiatan Disesuaikan

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Anies: Kita Ingin Kondisi Ini Bisa Terjaga Terus

Jakarta PPKM Level 2, Anies: Kita Ingin Kondisi Ini Bisa Terjaga Terus

Megapolitan
Polisi Tangkap Tiga Pengedar, Barang Bukti 15 Kilogram Ganja Diamankan

Polisi Tangkap Tiga Pengedar, Barang Bukti 15 Kilogram Ganja Diamankan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Telah Salurkan 173.340 Dosis Vaksin Covid-19 ke 5 Kabupaten di Jabar

Pemkot Bekasi Telah Salurkan 173.340 Dosis Vaksin Covid-19 ke 5 Kabupaten di Jabar

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Tempat Permainan Anak di Blok M Plaza Mulai Beroperasi

Jakarta PPKM Level 2, Tempat Permainan Anak di Blok M Plaza Mulai Beroperasi

Megapolitan
Paksa Periksa Handphone Orang Saat Bertugas, Aipda Ambarita Diperiksa Propam

Paksa Periksa Handphone Orang Saat Bertugas, Aipda Ambarita Diperiksa Propam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.