BNN: TKI Rentan Bujuk Rayu Pengedar Narkoba di Luar Negeri

Kompas.com - 07/11/2013, 18:55 WIB
Badan Narkotika Nasional memusnahkan barang bukti dari lima kasus narkoba yang pernah diungkap sebelumnya. Kamis (7/11/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusBadan Narkotika Nasional memusnahkan barang bukti dari lima kasus narkoba yang pernah diungkap sebelumnya. Kamis (7/11/2013).
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan sejumlah barang bukti narkoba hasil pengungkapan lima kasus berbeda dengan total sepuluh tersangka yang terjadi pada periode Oktober 2013.

Dua dari lima kasus tersebut, melibatkan dua tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dimanfaatkan jaringan pengedar narkoba dari luar negeri menjadi kurir barang haram tersebut masuk ke Tanah Air.

BNN mengingatkan bahwa TKI di luar negeri rentan terhadap bujuk rayu para pengedar narkoba. "Yang perlu diperhatikan TKW (Tenaga Kerja Wanita) di luar negeri sangat rentan atau mudah dibujuk rayu oleh bandar dengan iming-iming mulai diberikan tiket untuk ke Indonesia, sampai dengan iming-iming berupa uang," kata Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2013).

Dua TKW yang terlibat kasus peredaran narkoba tersebut, lanjut Sumirat, masing-masing berinisial MH dan WA. MH adalah TKW dari Malaysia yang diperintahkan membawa sabu ke Indonesia melalui Surabaya. Sementara WA, TKW asal Makau mengaku dititipkan seorang tak dikenal sebuah tas jinjing saat transit di Taiwan hendak menuju Indonesia.

WA kemudian ditangkap aparat BNN disebuah hotel kawasan Surabaya setelah menyerahkan tas tersebut kepada seseorang yang diduga sebagai kurir narkoba berinisial DR. "Yang dari Malaysia itu diiming-iming membawa narkoba dengan upah Rp 15 juta rupiah. Sementara yang dari Makau mengaku baru mengetahui isi tas tersebut berisi sabu," ujar Sumirat.

Sumirat mengatakan penyuluhan kepada TKI yang hendak bekerja di luar negeri perlu dilakukan agar mencegah mereka terjebak pengedar barang haram tersebut. Terlebih, pemasok narkoba dari luar menjanjikan iming-iming kepada para TKI.

"Di beberapa negara kita sudah sosialisasikan kepada TKI seperti di Singapura, Malaysia dan beberapa negara lainnya," ujar Sumirat.

Sumirat menyatakan, bagi TKI yang memiliki masalah di luar negeri hendaknya berhubungan dengan kedutaan Indonesia yang ada di negara tempat TKI tersebut berada. Sehingga mereka tidak mudah dijebak oleh para bandar yang mencari celah dari TKI yang sedang bermasalah tersebut.

"Yang pasti, kalau punya permasalahan di luar negeri, datanglah langsung ke kedutaan besar kita di sana. Sehingga apa permasalahnnya bisa dibantu. Jangan mudah percaya dengan orang tak dikenal seperti di bandara atau tempat lainnya," kata Sumirat.

Adapun seluruh barang bukti dari lima kasus yang dimusnahkan pada hari ini yakni 8.293,58 gram sabu, 12.214,9 gram ganja, 199,9 gram heroin, dan 5,7 gram tablet non-narkotika. Barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dengan mesin incenerator.

Seluruh tersangka terancam Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1, subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1, subsider Pasal 137 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sanksi maksimal terhadap para tersangka sampai dengan pidana mati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Revitalisasi Monas, Timbulkan Polemik tapi Tetap Jalan Terus...

Revitalisasi Monas, Timbulkan Polemik tapi Tetap Jalan Terus...

Megapolitan
Kantor DPD Golkar Kota Bekasi Masuk Situs Jual Beli Online, Ini Kata Penjual

Kantor DPD Golkar Kota Bekasi Masuk Situs Jual Beli Online, Ini Kata Penjual

Megapolitan
Pria yang Tepergok Culik Anak 14 Bulan di Cipayung Diduga Hipnotis Anggota Keluarga

Pria yang Tepergok Culik Anak 14 Bulan di Cipayung Diduga Hipnotis Anggota Keluarga

Megapolitan
PTUN Batalkan SK Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F, Anies Ajukan Banding

PTUN Batalkan SK Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F, Anies Ajukan Banding

Megapolitan
Perempuan yang Mau Bunuh Diri di JPO Sudah Dipulangkan ke Keluarga

Perempuan yang Mau Bunuh Diri di JPO Sudah Dipulangkan ke Keluarga

Megapolitan
Warga Pamulang Permai Digigit Ular Saat Banjir

Warga Pamulang Permai Digigit Ular Saat Banjir

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Hentikan Proyek Revitalisasi Monas, DPRD Sebut Wajar

Pemprov DKI Diminta Hentikan Proyek Revitalisasi Monas, DPRD Sebut Wajar

Megapolitan
Ingin Sterilisasi Kucing Gratis? Begini Syarat Pendaftarannya

Ingin Sterilisasi Kucing Gratis? Begini Syarat Pendaftarannya

Megapolitan
Seorang Pria Tepergok Culik Anak Usia 14 Bulan di Cipayung, Pelaku Dikeroyok Warga

Seorang Pria Tepergok Culik Anak Usia 14 Bulan di Cipayung, Pelaku Dikeroyok Warga

Megapolitan
Polisi Ungkap Kesulitan Tangkap Pelaku Masturbasi di Bawah JPO Ahmad Yani Bekasi

Polisi Ungkap Kesulitan Tangkap Pelaku Masturbasi di Bawah JPO Ahmad Yani Bekasi

Megapolitan
Gelar Rapimgab, DPRD Minta Penjelasan Pemprov DKI Terkait Koordinasi Revitalisasi Monas ke Pemerintah Pusat

Gelar Rapimgab, DPRD Minta Penjelasan Pemprov DKI Terkait Koordinasi Revitalisasi Monas ke Pemerintah Pusat

Megapolitan
Eks Dirut Transjakarta Donny Saragih Dituduh Gelapkan Uang Denda Operasional Rp 1,4 Miliar

Eks Dirut Transjakarta Donny Saragih Dituduh Gelapkan Uang Denda Operasional Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Anak di Bawah Umur Ditemukan di Apartemen Depok, Diduga Terkait Prostitusi Online

Anak di Bawah Umur Ditemukan di Apartemen Depok, Diduga Terkait Prostitusi Online

Megapolitan
Tangkap Ular Sanca Saat Banjir, Jari Warga Pamulang Terluka Kena Gigitan

Tangkap Ular Sanca Saat Banjir, Jari Warga Pamulang Terluka Kena Gigitan

Megapolitan
Kantor DPD Golkar Kota Bekasi Dijual di Situs Jual Beli Online

Kantor DPD Golkar Kota Bekasi Dijual di Situs Jual Beli Online

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X