Kompas.com - 10/11/2013, 14:58 WIB
Air mengalir perlahan menjelang malam di Kanal Banjir Timur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (27/1/2013). KOMPAS/AGUS SUSANTOAir mengalir perlahan menjelang malam di Kanal Banjir Timur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (27/1/2013).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Kebersihan DKI Jakarta tengah mengkaji penggunaan kapal atau perahu sebagai alat operasional pembersihan sampah yang mengotori Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur. Selain itu, Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk program pengolahan eceng gondok, yang kerap tumbuh liar dan menutupi bagian atas permukaan air KBT.

"Penggunaan kapal masih dalam pengkajian efektif atau tidak. Ini sedang kita uji coba," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin saat ditemui di KBT, Cipinang Indah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (10/11/2013).

Unu mengatakan, pada penanggulangan sampah KBT dengan menggunakan perahu, ada dua alat yang sedang diuji coba yakni 3 kapal mesin yang tengah diuji coba di kawasan Ujung Menteng. Selain kapal mesin, menurut Unu, pihaknya sedang mencoba membersihkan sampah dengan rakit berbahan styrofoam yang tengah dicoba di kawasan Marunda, Jakarta Utara, berjumlah 10 buah.

"Untuk kapal patroli, kapasitas angkutnya bisa 2 sampai 4 ton sampah. Untuk rakit, sekitar 2 kubik sampah," kata Unu.

Sementara itu, menurutnya, pembersihan sampah di KBT saat ini masih menggunakan tenaga manusia. Dalam standar operasionalnya, ada 10 orang yang bertugas membersihkan sampah di tiap 6 kilometer sepanjang 23,5 kilometer panjang KBT.

Unu melanjutkan, pihaknya berencana untuk kerja sama dengan tiga perguruan tinggi terkait pengolahan tumbuhan liar eceng gondok di KBT. Meski belum menekan MoU, Unu mengatakan, Dinas Kebersihan berkerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk penelitian bibit ikan yang memakan eceng gondok.

Dua universitas lainnya, kata Uni, yakni kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk penelitian pengolahan eceng gondok menjadi etanol, dan Universitas Gajah Mada untuk penelitian sampah menjadi kompos dan energi listrik. Dia berharap, dengan adanya hal tersebut sampah yang ada di KBT bisa teratasi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Megapolitan
Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Megapolitan
Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Megapolitan
Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Megapolitan
Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Megapolitan
Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.