Biang Kerok Genangan Ibu Kota Bernama Sampah

Kompas.com - 12/11/2013, 07:58 WIB
Pengguna jalan melintas di genangan air akibat hujanderas di Jalan Raya anggano, Jakarta Utara, Selasa (29/10). Buruknya kondisi saluran air di kawasan tersebut menyebabkan beberapa titik genangan di ruas Jalan RE Martadinata dan Jalan Raya Enggano usai hujan turun. KOMPASPengguna jalan melintas di genangan air akibat hujanderas di Jalan Raya anggano, Jakarta Utara, Selasa (29/10). Buruknya kondisi saluran air di kawasan tersebut menyebabkan beberapa titik genangan di ruas Jalan RE Martadinata dan Jalan Raya Enggano usai hujan turun.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com —
 Genangan air merendam jalan dan mengakibatkan banjir di permukiman saat hujan deras mengguyur Jakarta. Ini jadi bukti jika drainase kota ini masih bermasalah. Gorong-gorong tak berfungsi, saluran air tertutup bangunan, sampai buruknya kondisi sungai belum juga teratasi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui, genangan masih saja muncul di banyak tempat di Jakarta seusai hujan deras karena masalah klasik. ”Saluran air kita banyak yang ke sungai. Di sepanjang saluran hingga ujungnya tertutup bangunan. Ditambah lagi orang buang sampah ke situ. Lengkap sudah,” katanya, di Jakarta, Senin (11/11).

Basuki mencontohkan, di salah satu tempat di Grogol, Jakarta Barat, gorong-gorong yang seharusnya sedalam 2 meter tinggal 15 sentimeter. Akibatnya, di tempat itu selalu terjadi genangan setiap kali turun hujan deras walau sebentar.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengambil langkah tegas dengan membongkar bangunan yang menutup saluran air. ”Sering kali kalau membongkar bangunan harus memberi tempat untuk relokasi. Lalu, warga minta tempatnya di situ juga. Ya, mana bisa,” ujar Basuki.

”Kami sudah bekerja. Air sudah turun cepat setelah beberapa jam, tetapi itu tidak maksimal karena selama ada genangan, timbul kemacetan. Ya, kita berdoa saja. Berdoa sambil bekerja,” lanjut Basuki.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudy Siahaan. Alih fungsi tata ruang jadi penyumbang terbesar penyebab banjir di Jakarta. ”Kapasitas saluran jelas berkurang akibat pertumbuhan penduduk, perubahan tata ruang, dan bangunan liar,” katanya.

Tersumbat sampah

Sementara Kepala Unit Pengelola Kebersihan Pesisir dan Pantai Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Budi Karya Irwanto mengungkapkan, walau 50 saluran penghubung sudah dibersihkan, sebagian saluran masih tersumbat sampah. Timbunan sampah menumpuk setiap hari dan mempersempit kapasitas saluran.

”Saat ini 80 persen saluran tersumbat sampah. Kami masih terus membersihkannya dengan mengerahkan peralatan dan petugas di lapangan. Persoalannya, setelah dibersihkan, sampah kembali menutup saluran,” kata Budi.

Di Jakarta, total ada 1.085 saluran penghubung. Saluran penghubung ini menghubungkan saluran mikro dan 13 sungai di Jakarta. Rinciannya, 180 saluran ada di Jakarta Utara, 513 saluran di Jakarta Barat, 163 saluran di Jakarta Pusat, 109 saluran di Jakarta Timur, dan 120 saluran di Jakarta Selatan.

Persoalannya, kata Budi, saat ini sebagian besar warga masih menganggap sungai sebagai tempat sampah besar. Jadi, hampir setiap hari ada penambahan sampah di sebagian besar saluran. ”Di kawasan yang sama, banyak tempat pembuangan sampah tidak resmi,” kata Budi.

Bukan hanya sampah, saluran penghubung juga terganggu sejumlah bangunan semipermanen ataupun permanen.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Megapolitan
Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

Megapolitan
Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

Megapolitan
Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

Megapolitan
Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

Megapolitan
Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

Megapolitan
Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

Megapolitan
Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

Megapolitan
Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

Megapolitan
Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

Megapolitan
Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

Megapolitan
Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

Megapolitan
Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

Megapolitan
Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X