Kompas.com - 13/11/2013, 16:44 WIB
Kepolisian Resort Jakarta Utara menggelar pemusnahan barang bukti narkotika hasil penangkapan dari sembilan tersangka pada Oktober lalu. Pemusnahan dilakukan di Mapolres Jakarta Utara, Rabu (13/11/2013). KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El AnshariKepolisian Resort Jakarta Utara menggelar pemusnahan barang bukti narkotika hasil penangkapan dari sembilan tersangka pada Oktober lalu. Pemusnahan dilakukan di Mapolres Jakarta Utara, Rabu (13/11/2013).
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Jakarta Utara menggelar pemusnahan barang bukti narkotika hasil penangkapan dari sembilan tersangka pada Oktober lalu. Pemusnahan dilakukan di Mapolres Jakarta Utara, Rabu (13/11/2013).  

Barang bukti yang dimusnahkan ialah narkotika jenis ganja dengan berat mencapai 80 kg dan pil ekstasi sebanyak 200 butir. "Sesuai dengan UU No 35 Tahun 2009 Pasal 91 Ayat 2, yang menyebutkan barang sitaan narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik wajib dimusnahkan, agar tidak terjadi penyalahgunaan," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol M Iqbal, Rabu (13/11/2013).

Iqbal mengatakan, barang-barang haram tersebut berhasil disita dari jaringan Sumatera. Mereka adalah Suryadi bin Sarpin, warga Jalan Kramat Jaya Gang V Blok R, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Dia ditangkap pada tanggal 31 Oktober dengan barang bukti berupa 100 butir tablet ekstasi, yang dimusnahkan 90 butir, dan sepuluh butir dikirim ke laboratorium dan digunakan untuk pembuktian perkara.

Kemudian Ferdiansyah bin Saroja alias Feri alias Ateng dan Subur bin Kosasih alias Kardi ditangkap pada hari yang sama di Jalan Kramat Jaya RW 006, Kelurahan Tugu Utara, Jakut. Dari tangan pelaku, berhasil diamankan barang bukti berupa 1.256,24 gram ganja. Dari jumlah tersebut, ganja yang dimusnahkan sebanyak 1235 gram, sisanya digunakan untuk pembuktian di pengadilan.

Barang bukti lainnya milik Ahmad Mashudi bin Asnawi, yang ditangkap di Jalan Boulevard Utama Raya, Pangadengan, Tangerang Selatan, pada tanggal 22 Oktober 2013, dengan barang bukti ganja seberat 57.900 gram. Sebanyak 57.340 gram dimusnahkan, sisanya untuk pembuktian.

Barang bukti lainnya berupa ganja seberat 158,9 gram milik Anton alias Kiwa bin Slamet yang ditangkap pada tanggal 30 oktober. Terakhir adalah milik Aef Saeful Bahri bin Jojo Zaelani, Feri Kuniawan bin Rosidi, dan Saptari bin Ma'an yang ditangkap di Jalan RE Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, dengan barang bukti 99 butir ekstasi.

Berdasarkan hasil tangkapan tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengembangan mengenai jaringan narkoba asal Sumatera. Para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat 2, Pasal 132 Ayat 1, Pasal 131 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman  minimal 6 tahun penjara, maksimal 20 tahun penjara bahkan hukuman mati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedang Istirahat di Hutan Kota Bekasi, Petugas Dishub Temukan Jasad Pria dengan Wajah Rusak

Sedang Istirahat di Hutan Kota Bekasi, Petugas Dishub Temukan Jasad Pria dengan Wajah Rusak

Megapolitan
Harga Minya Goreng di Pasar Slipi Jaya Melambung Tinggi Sejak Dua Bulan Lalu

Harga Minya Goreng di Pasar Slipi Jaya Melambung Tinggi Sejak Dua Bulan Lalu

Megapolitan
Berbeda dengan Keterangan Wali Kota, Dinas LH Tangsel Sebut Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Dihentikan Sementara

Berbeda dengan Keterangan Wali Kota, Dinas LH Tangsel Sebut Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Dihentikan Sementara

Megapolitan
Orangtua Korban Tewas Kecelakaan Transjakarta Menyayangkan Baru Dapat Info Pukul 17.00 WIB

Orangtua Korban Tewas Kecelakaan Transjakarta Menyayangkan Baru Dapat Info Pukul 17.00 WIB

Megapolitan
KNKT Selidiki Kasus Kecelakaan LRT di Jakarta Timur, Polisi Siap Bantu

KNKT Selidiki Kasus Kecelakaan LRT di Jakarta Timur, Polisi Siap Bantu

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Minta Transjakarta Perketat Perekrutan Sopir Bus

Keluarga Korban Kecelakaan Minta Transjakarta Perketat Perekrutan Sopir Bus

Megapolitan
Anak-anak Jadikan Lokasi Banjir di Jalan Tegal Parang V sebagai Tempat Bermain

Anak-anak Jadikan Lokasi Banjir di Jalan Tegal Parang V sebagai Tempat Bermain

Megapolitan
Perbaikan Jembatan GDC Depok yang Ambles Ditargetkan Rampung 2 Bulan Lagi

Perbaikan Jembatan GDC Depok yang Ambles Ditargetkan Rampung 2 Bulan Lagi

Megapolitan
Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Selatan

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Selatan

Megapolitan
Satu Jam Diguyur Hujan, Jalan Tegal Parang V Langsung Terendam Banjir

Satu Jam Diguyur Hujan, Jalan Tegal Parang V Langsung Terendam Banjir

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Megapolitan
Syarat PCR buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah kalau di Bawah Rp 100.000

Syarat PCR buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah kalau di Bawah Rp 100.000

Megapolitan
Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Megapolitan
Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Megapolitan
Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.