Kompas.com - 18/11/2013, 08:54 WIB
Pejalan kaki mencari jalan di antara sepeda motor yang memenuhi jalan hingga ke trotorar di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (3/4/2012). Karena macet, sepeda motor kerap mengambil jatah trotoar yang menjadi tempat melintas pejalan kaki. KOMPAS / LASTI KURNIAPejalan kaki mencari jalan di antara sepeda motor yang memenuhi jalan hingga ke trotorar di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (3/4/2012). Karena macet, sepeda motor kerap mengambil jatah trotoar yang menjadi tempat melintas pejalan kaki.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sterilisasi busway dianggap sukses. Pengendara mobil kini tidak berani masuk jalur bus transjakarta itu. Para pengojek motor pun panen rezeki.

Di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang terkenal sebagai "jalur neraka", kemacetan semakin panjang dengan adanya sterilisasi busway. Para pengojek motor yang biasa mangkal di sebelah kantor Imigrasi Jakarta Selatan mengaku pendapatan mereka meningkat sebab banyak pekerja yang memilih naik ojek motor ketimbang angkutan umum seperti taksi.

Romli (45), salah seorang pengojek motor, pendapatannya naik tiga kali lipat. Biasanya, setiap hari dia hanya mengantongi Rp 60.000. Semenjak ada sterilisasi busway, pendapatannya meningkat menjadi Rp 180.000 per hari.

"Soalnya kalau naik angkot enggak praktis, macet di mana-mana. Kalau naik motor kan bisa selap-selip, apalagi rata-rata sewa jaraknya dekat-dekat, paling dari Jalan Wijaya ke Jalan Tendean, atau dari TransTV ke Pasar Santa," kata pria yang tinggal di Mampang Prapatan itu, Sabtu (16/11/2013).

Pantauan Warta Kota di Jalan Raya Mampang, Jalan Tendean, dan Jalan Wijaya, Mampang, walaupun memasuki akhir pekan, antrean kendaraan terlihat mengular di ketiga jalan utama tersebut. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 15.00.

Di lokasi tersebut, titik kemacetan berada di persimpangan Jalan Wijaya dan kolong flyover Jalan Raya Mampang. Walaupun beberapa orang petugas kepolisian sudah bersiaga,
antrean kendaraan dari arah Kebayoran Baru ke arah Mampang atau sebaliknya tetap terlihat. Pemandangan serupa juga terlihat dari arah Mampang yang bergerak menuju Kuningan. (m18)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rachel Vennya Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini

Rachel Vennya Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Megapolitan
Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

Megapolitan
Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Megapolitan
Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.