Kompas.com - 18/11/2013, 09:33 WIB
Kendaraan menerobos jalur Transjakarta di kawasan S Parman, Jakarta Barat, Senin (5/8/2013). Tidak sterilnya jalur Transjakarta menyebabkan jarak kedatangan antarbus di halte menjadi lama karena terhambat. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNAKendaraan menerobos jalur Transjakarta di kawasan S Parman, Jakarta Barat, Senin (5/8/2013). Tidak sterilnya jalur Transjakarta menyebabkan jarak kedatangan antarbus di halte menjadi lama karena terhambat.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sosialisasi pemberlakuan denda maksimal bagi pelanggar jalur transjakarta berdampak pada penghasilan para sopir taksi. Sudah dua pekan ini sejak sosialisasi dilakukan, sopir taksi tidak leluasa mencari penumpang karena kendaraannya sering terjebak macet di jalan.

Hal ini dialami Fahmi, salah seroang sopir taksi. Pria asal Sumedang itu setiap sore memilih memangkalkan taksinya. Sebab, jika keliling mencari penumpang, dia yakin terjebak macet mengingat pukul 16.00 merupakan jam karyawan pulang kerja.

"Kalau sudah jam segitu, saya enggak berani jalan. Takutnya kejebak macet. Penumpang enggak dapet, malah kita tekor bensin," kata dia yang ditemui Warta Kota, Sabtu (16/11/2013).

Fahmi pun mencari akal. Dia memilih "mangkal" di salah satu hotel di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pilihan itu dianggap tepat. Jika ada penumpang, walaupun harus melintas di jalan-jalan yang sibuk atau macet, dia tidak khawatir rugi. Sebab, seluruhnya tercatat dalam argo taksinya.

"Nah, kalau pulangnya, saya tinggal mangkal lagi di beberapa tempat biasa," ujar Fahmi.

Hal senada disampaikan Darwis (45), sopir taksi. "Saya biasanya muter, enggak mangkal kaya begini. Tapi kalau enggak begitu, duit habis buat beli bensin, sementara uang setoran tiap hari tetap," ujarnya saat ditemui di Jati Padang, Pasar Minggu.

Menanggapi keluhan para sopir taksi, Direktur Utama Blue Bird Group Purnomo Prawiro mengatakan akan meninjau ulang kebijakan perusahaan. Karena, ungkapnya, hal tersebut secara langsung dapat memengaruhi kinerja dan produktivitas pegawainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Para sopir adalah frontliner perusahaan, jadi para pengemudi akan memberikan pelayanan baik apabila dirinya juga dilayani baik oleh perusahaan. Pelayanan  tersebut bukan saja sarana maupun prasarana kerja, tetapi juga kesejahteraannya," kata dia. (m16)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan di Cipete Selatan Dijambret Saat Sapu Halaman, Kalung Emas 8 Gram Raib

Perempuan di Cipete Selatan Dijambret Saat Sapu Halaman, Kalung Emas 8 Gram Raib

Megapolitan
Mobil Grand Livina Terbakar di Jalan TB Simatupang, Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan

Mobil Grand Livina Terbakar di Jalan TB Simatupang, Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

Megapolitan
Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Megapolitan
Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Megapolitan
Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.