Korban Pohon Tumbang Tak Mendapat Ganti Rugi

Kompas.com - 18/11/2013, 18:14 WIB
Hujan disertai angin kencang di wilayah Jakarta Timur menyebabkan sebuah pohon Angsana di Jalan Letjen Sutoyo, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, tumbang, Kamis (25/4/2013) siang. Sebanyak tiga unit motor yang ada di bawahnya tertimpa pohon itu. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOHujan disertai angin kencang di wilayah Jakarta Timur menyebabkan sebuah pohon Angsana di Jalan Letjen Sutoyo, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, tumbang, Kamis (25/4/2013) siang. Sebanyak tiga unit motor yang ada di bawahnya tertimpa pohon itu.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan ganti rugi kepada korban pohon tumbang. Pemprov DKI akan melakukan pemeliharaan terhadap pohon-pohon berusia puluhan tahun.

Saat blusukan ke Taman Lansia Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2013) siang, Jokowi mengatakan ada puluhan pohon yang berusia puluhan tahun. Pemprov DKI akan melakukan pemeliharaan terhadap pohon-pohon tersebut agar tidak ada yang tumbang lagi.

"Ada yang 50 tahun, ratusan tahun, tapi ndak pernah dipelihara. Kita ini akan lakukan pemeliharaan secara khusus," ujar Jokowi.

Ia mengimbau kepada pemilik kendaraan untuk berhati-hati memarkir kendaraan. Misalnya, jangan memarkirkan mobil atau motor di bawah pohon besar ketika hujan angin melanda. Ia mengatakan, keberadaan posko pohon tumbang ditujukan untuk koordinasi penanganan pohon tumbang sehingga tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas berkepanjangan.

Pada Minggu (17/11/2013), seorang warga bernama Darussalam (26) tewas akibat tertimpa pohon tumbang di Kelurahan Maphar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Saat kejadian itu, Darussalam tengah mencuci piring di warung makan dekat pohon tersebut.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Megapolitan
Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Megapolitan
Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Megapolitan
Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Megapolitan
Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X