Kasus Terjatuhnya Direktur PT WIKA Terus Dilanjutkan

Kompas.com - 26/11/2013, 11:35 WIB
Jembatan penyebrangan orang (JPO) dimana Direktur Operasional III PT WIKA Ikuten Sinulingga diduga melakukan percobaan bunuh diri. Selasa (19/11/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusJembatan penyebrangan orang (JPO) dimana Direktur Operasional III PT WIKA Ikuten Sinulingga diduga melakukan percobaan bunuh diri. Selasa (19/11/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Operasional III PT WIKA Ikuten Sinulingga (55) meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI), Selasa (26/11/2013) pukul 00.45. Namun, penyelidikan mengenai penyebab jatuhnya Ikuten dari jembatan penyeberangan orang tetap dilanjutkan.

"Pemeriksaan masih tetap berlanjut," kata Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara Komisaris Suminto saat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Suminto mengatakan, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih dilakukan hingga saat ini. "Ada beberapa orang saksi. Selain saksi, kita juga masih menunggu hasil visum," ujar Suminto.

Polsek Jatinegara sudah memeriksa empat orang saksi seputar kejadian tersebut. Mereka yang diperiksa yakni sekretaris korporat PT WIKA, sekretaris pribadi Ikuten, sopir Ikuten, dan seorang petugas keamanan lokasi proyek tempat Ikuten ditemukan tergeletak.


Suminto mengatakan, hingga kini, pemeriksaan terhadap keluarga Ikuten belum dapat dilakukan. Sebab, belum ada keluarga yang memiliki waktu untuk dimintai keterangan.

Penyebab kejadian termasuk motif kasus itu masih gelap. "(Motif) Belum diketahui. Kita tidak mau berspekulasi dulu. Masih dilakukan pemeriksaan," jelas Suminto.

Ikuten meninggal setelah menjalani perawatan karena luka-luka yang dideritanya setelah terjatuh dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Cawang Soetoyo, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

Pakar: Omnibus Law Cipta Kerja Punya Semangat Sentralisasi Pemerintahan yang Sangat Kuat

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X