Kompas.com - 26/11/2013, 15:57 WIB
Alanshia alias Aliong (31), tersangka pelaku mutilasi di Ancol, saat berada di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (14/3/2013). IMANUEL MORE GHALEAlanshia alias Aliong (31), tersangka pelaku mutilasi di Ancol, saat berada di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (14/3/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Lin Wen Jing, istri terdakwa kasus mutilasi di Ancol, Alanshia alias Aliong, berharap suaminya hanya dipenjara. Dia tidak ingin suaminya divonis hukuman mati seperti tuntutan jaksa.

"Dia berharap hukuman suaminya dapat diperingan. Dia juga mempertimbangkan banding atas putusan yang muncul nanti," ujar penerjemah Alanshia dan istrinya, George Gozallie, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (26/11/2013).

George berkata, istri Alanshia berharap suaminya dipenjara saja agar anaknya tetap memiliki ayah. Lin Wen Jing, kata Georger, siap menerima berapa pun lamanya sang suami dipenjara selama tidak dihukum mati.

"Tak peduli berapa lama, ia dan anaknya akan menunggu hingga suaminya keluar dari penjara," ujar George di dekat Lin Wen Jing.

George menambahkan, Lin Wen Jing juga meminta maaf atas perbuatan suaminya. Dia memohon maaf kepada keluarga korban karena suaminya telah membuat kekacauan.

Lin Wen Jing tampak menangis sembari menunggu persidangan berlangsung. Sembari menunggu, perempuan cantik asal Shanghai yang hari ini datang mengenakan sweater putih-biru, rok panjang bunga-bunga, dan sepatu kets biru tersebut mendengarkan musik menggunakan earphone untuk menenangkan diri.

Pengungkapan kasus mutilasi Ancol oleh Alanshia berawal dari laporan Merlina, yang melaporkan kehilangan suami, Tonny Arifin Djonim. Dari keterangan Merlina, Tonny terakhir berada di kantor Alanshia di sebuah ruko di kawasan Ancol untuk menagih utang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah laporan diusut, baru ketahuan bahwa Tonny tak kunjung kembali karena dibunuh Alanshia di kantornya. Alanshia memotong tubuh Tonny menjadi sebelas potongan dan menyimpannya dalam kardus di gudang kantornya. Jenazah Tonny ditemukan pada Rabu malam, 13 Maret 2013.

Alanshia, tertangkap di Surabaya pada Kamis, 14 Maret 2013. Alanshia dijerat dengan pasal berlapis. Pasal pertama adalah Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 Ayat 1 dalam kasus pembunuhan berencana. Pasal kedua, Alanshia dijerat Pasal 114 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 subsidier Pasal 112 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.