Basuki: Sumbang Pengemis, Kamu Rusak Mental Dia

Kompas.com - 28/11/2013, 11:32 WIB
Merri (8) bersama adiknya Tian (4) sedang menikmati sate ayam dan lontong. Mereka bekerja sebagai pengemis jalanan dari pagi hingga malam hari. KOMPAS.COM / DIAN FATHMerri (8) bersama adiknya Tian (4) sedang menikmati sate ayam dan lontong. Mereka bekerja sebagai pengemis jalanan dari pagi hingga malam hari.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan warga Jakarta dampak dari memberi kepada pengemis. Meski baik, dampaknya buruk.

"Karena sumbangan kamu, uang kamu merusak mental dia, kamu itu tidak baik. Niat kamu memang baik, tapi akibatnya buruk," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Dengan terus menerima uang dari orang lain, para pengemis tersebut jadi lebih memilih untuk meminta-minta ketimbang bekerja. Oleh karenanya, Basuki meminta warga Jakarta tidak memberikan sumbangan kepada para pengemis.

Selain akan membuat mereka malas, memberikan sumbangan pun hanya akan memelihara keberadaan para pengemis tersebut.

"Sama kayak kita suruh orang kerja. Kamu kerja seharian dapat Rp 75.000. (Tukang parkir) tiga jam cuma maju-maju, mundur-mundur, jadi Pak Ogah dapat Rp 100.000. Kamu mau enggak?" ujar Basuki.

Terlebih lagi, politisi Gerindra ini mengatakan, tak jarang eksploitasi anak dilakukan untuk menjadikan mereka para pengemis jalanan. "Kita sudah saran, kerja sama dengan LSM. Jangan merusak anak-anak dengan uang Anda. Anak-anak kecil pun jadi minta duit kan?" ujar Basuki.

Sebelumnya, seorang pengemis tertangkap dan diketahui mendapatkan uang Rp 25 juta hanya dalam 15 hari. Hal ini memunculkan banyak pertanyaan, layakkah mereka disumbang?

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Megapolitan
RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

Megapolitan
Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Megapolitan
Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

Megapolitan
Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

Megapolitan
Terus Bertambah, Ini Sederet Pejabat yang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Rizieq

Terus Bertambah, Ini Sederet Pejabat yang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Rizieq

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X