Kompas.com - 29/11/2013, 11:10 WIB
Ratusan pelanggar aturan lalu lintas mengantre untuk mengikuti sidang di Pengadilan Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2013). KOMPAS.com/UMMI HADYAH SALEHRatusan pelanggar aturan lalu lintas mengantre untuk mengikuti sidang di Pengadilan Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara yang melanggar aturan lalu lintas selain menerobos busway merasa kecewa kepada hakim yang menentukan sanksi merata bagi pelanggar jalur transjakarta. Hal itu terlihat pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2013).

Para pelanggar aturan lalu lintas itu melontarkan protes dan sempat terjadi keributan akibat denda yang diberikan oleh hakim. Anshor (52), salah satu warga yang mengikuti sidang, kecewa karena sanksi yang diberikan dipukul rata. Ia ditilang karena lampu sepeda motornya mati. Namun, ia mendapat sanksi denda yang sama seperti pelanggar busway.

"Kenapa sama dengan yang lewat busway? Tadi sejam yang lalu ada yang masih bayar Rp 75.000, tapi kenapa tiba-tiba jadi Rp 200.000?" ujar Anshor saat ditemui wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat.

Hal senada juga dikatakan oleh Rohedi (52). Ia ditilang karena melanggar rambu larangan masuk. "Saya cuma ditilang karena lewat vorbidden, saya juga sama didenda Rp 200.000," ujar dia.

Salah satu petugas PN Jakarta kemudian menenangkan situasi sidang. Petugas tersebut akhirnya memperjelas penentuan denda bagi para pelanggar lalu lintas tersebut.

"Bagi pelanggar busway akan dikenakan denda sebesar Rp 300.000 untuk mobil dan Rp 200.000 untuk motor. Namun, untuk non-pelanggar busway hanya dikenakan sebesar Rp 75.000," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien OTG di Graha Wisata TMII Terus Berkurang, Kini Tinggal 23 Orang

Jumlah Pasien OTG di Graha Wisata TMII Terus Berkurang, Kini Tinggal 23 Orang

Megapolitan
Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Megapolitan
Wakapolda Metro: Ada 154 Gerai Vaksinasi Merdeka di Jakarta Timur

Wakapolda Metro: Ada 154 Gerai Vaksinasi Merdeka di Jakarta Timur

Megapolitan
Cerita Azaz Tigor Dugaan Pungli Parkir di Cikini, Jukir Terima Uang Tunai Tanpa Tap Kartu di Mesin

Cerita Azaz Tigor Dugaan Pungli Parkir di Cikini, Jukir Terima Uang Tunai Tanpa Tap Kartu di Mesin

Megapolitan
Gerakan Teman Bantu Teman Dapat Sumbangan dari Bekas Pasien Covid-19

Gerakan Teman Bantu Teman Dapat Sumbangan dari Bekas Pasien Covid-19

Megapolitan
UPDATE 3 Agustus: Kini Tersisa 2.376 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

UPDATE 3 Agustus: Kini Tersisa 2.376 Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet

Megapolitan
Mayat Bocah Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Anak Sungal CBL Bekasi

Mayat Bocah Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Anak Sungal CBL Bekasi

Megapolitan
Masuk Lapas Klas II A Tangerang, Pinangki Tempati Blok Pengenalan Lingkungan Selama 2 Minggu

Masuk Lapas Klas II A Tangerang, Pinangki Tempati Blok Pengenalan Lingkungan Selama 2 Minggu

Megapolitan
Warteg di Ciputat Jadi Korban Pungli, Pelaku Diduga Karang Taruna Gadungan

Warteg di Ciputat Jadi Korban Pungli, Pelaku Diduga Karang Taruna Gadungan

Megapolitan
Bukan 5M, Kabupaten Bekasi Cegah Penularan Covid-19 dengan 6M

Bukan 5M, Kabupaten Bekasi Cegah Penularan Covid-19 dengan 6M

Megapolitan
Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies di Sisa Masa Jabatan

Perubahan RPJMD 2017-2022 DKI Jakarta, Manuver Janji Anies di Sisa Masa Jabatan

Megapolitan
Babak Baru Kasus Jerinx, Polisi Sita Ponsel dan Kembali Gelar Perkara

Babak Baru Kasus Jerinx, Polisi Sita Ponsel dan Kembali Gelar Perkara

Megapolitan
Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Satpam GBK Diselidiki Polisi

Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Satpam GBK Diselidiki Polisi

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 Harus Banyak Keluar Uang untuk Cek Kesehatan Setelah Negatif Covid-19

Cerita Penyintas Covid-19 Harus Banyak Keluar Uang untuk Cek Kesehatan Setelah Negatif Covid-19

Megapolitan
PPKM Level 4 di Jabodetabek, Klaim Penurunan Kasus di Jakarta, tapi Pendapatan Asli Daerah Bekasi Anjlok

PPKM Level 4 di Jabodetabek, Klaim Penurunan Kasus di Jakarta, tapi Pendapatan Asli Daerah Bekasi Anjlok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X