Kompas.com - 03/12/2013, 12:35 WIB
Pengendara melintas di dekat akses Plaza Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2013).  Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa akses menuju pusat perbelanjaan itu menjadi biang kemacetan sehingga perlu ditutup. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPengendara melintas di dekat akses Plaza Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2013). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa akses menuju pusat perbelanjaan itu menjadi biang kemacetan sehingga perlu ditutup.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain akan menutup pintu akses Plaza Semanggi dari Jalan Gatot Subroto, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan meminta PT Jasa Marga untuk menutup Pintu Tol Semanggi I. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pintu tol tersebut juga menjadi penyebab kemacetan lalu lintas di kawasan itu.

"Kita mau tutup pintu tol Semanggi," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (2/12/2013).

Untuk merealisasikan hal itu, Pemprov DKI pun telah berdiskusi bersama PT Jasa Marga dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Persimpangan Plaza Semanggi dengan Pintu Tol Semanggi I itu menjadi biang kemacetan karena banyak kendaraan terbentur oleh arus lalu lintas dari arah Slipi dan Universitas Atmajaya. Lokasi Pintu Tol Semanggi I juga berdekatan dengan persimpangan, pusat perbelanjaan Plaza Semanggi, dan Hotel Crown.

Menurut Basuki, penutupan Pintu Tol Semanggi I sering dilakukan oleh Polda Metro Jaya secara situasional. Dengan demikian, kendaraan yang akan melintas di tol dalam kota diminta masuk melalui Pintu Tol Semanggi II.

Penutupan Pintu Tol Semanggi I secara permanen itu pernah diminta oleh Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya pada tahun 2010. Namun, karena keterbatasan anggaran PT Jasa Marga, penutupan pintu tol tak kunjung dilaksanakan.

Basuki meminta PT Jasa Marga untuk menambah loket-loket di Pintu Tol Semanggi 2 agar arus kendaraan masuk lebih lancar. Untuk penambahan loket itu, menurut Basuki, Pemprov DKI tidak perlu memberikan tambahan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Ia menilai, anggaran yang dimiliki PT Jasa Marga sudah cukup untuk membangun loket di Pintu Tol Semanggi 2.

"Enggak perlulah anggaran tambahan karena Semanggi ini macet dan masalah utamanya di situ," kata Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Disebut Tertular dari Klaster Keluarga

Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Disebut Tertular dari Klaster Keluarga

Megapolitan
Bersikeras Gelar PTM 100 Persen di Tengah Lonjakan Covid-19, Disdik Tangerang: Ini Instruksi 4 Menteri

Bersikeras Gelar PTM 100 Persen di Tengah Lonjakan Covid-19, Disdik Tangerang: Ini Instruksi 4 Menteri

Megapolitan
Rahmat Effendi Sudah 2 Minggu Ditahan KPK, Kuasa Hukum: Kondisinya Baik-baik Saja

Rahmat Effendi Sudah 2 Minggu Ditahan KPK, Kuasa Hukum: Kondisinya Baik-baik Saja

Megapolitan
Wagub DKI Ungkap Penyebab Krisis Air Bersih di Jakarta Utara

Wagub DKI Ungkap Penyebab Krisis Air Bersih di Jakarta Utara

Megapolitan
Stiker Belum Lunasi Pajak Ditempel di Bioskop XXI, Manajemen: Kewajiban Pengelola Gedung

Stiker Belum Lunasi Pajak Ditempel di Bioskop XXI, Manajemen: Kewajiban Pengelola Gedung

Megapolitan
Apindo Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP, Wagub DKI: Kami Hormati

Apindo Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP, Wagub DKI: Kami Hormati

Megapolitan
Tak Hanya Apindo, Anies Juga Digugat 2 Perusahaan terkait UMP DKI

Tak Hanya Apindo, Anies Juga Digugat 2 Perusahaan terkait UMP DKI

Megapolitan
Anies Undang Nidji ke JIS, PSI Tawarkan Tanda Tangan Giring sebagai Pendiri Band Itu

Anies Undang Nidji ke JIS, PSI Tawarkan Tanda Tangan Giring sebagai Pendiri Band Itu

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat di Depok, Ini Langkah Antisipasi dari Pemkot

Kasus Covid-19 Meningkat di Depok, Ini Langkah Antisipasi dari Pemkot

Megapolitan
Munarman: Saya dan 25 Orang Lebih Kehilangan Mata Pencarian karena Saya Masuk Penjara!

Munarman: Saya dan 25 Orang Lebih Kehilangan Mata Pencarian karena Saya Masuk Penjara!

Megapolitan
Cara Mengurus Akta Kelahiran untuk Domisili Jakarta

Cara Mengurus Akta Kelahiran untuk Domisili Jakarta

Megapolitan
Pelaku yang Bacok Rentenir hingga Tewas Disebut Baru Pindah dan Jarang Bersosialisasi

Pelaku yang Bacok Rentenir hingga Tewas Disebut Baru Pindah dan Jarang Bersosialisasi

Megapolitan
Seorang Pria Diduga Dibacok di Larangan Tangerang, Polisi Selidiki

Seorang Pria Diduga Dibacok di Larangan Tangerang, Polisi Selidiki

Megapolitan
Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Warga Johar Baru Kecewa, Punya Kupon tapi Tak Bisa Beli Minyak Goreng Murah di Operasi Pasar

Megapolitan
Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Epidemiolog Sarankan PTM 100 Persen di Kota Tangerang Ditunda demi Keselamatan Masyarakat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.