Kompas.com - 11/12/2013, 08:38 WIB
KRL Serpong-Tanah Abang menabrak truk tangki di Ulujami, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013). twitter/@vickyatjehKRL Serpong-Tanah Abang menabrak truk tangki di Ulujami, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013).
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Albar, salah seorang saksi tragedi tabrakan maut di pelintasan Pondok Betung, Bintaro, mengatakan, mesin truk tangki milik Pertamina sempat mati saat terjebak di rel sebelum ditabrak KRL commuter line jurusan Serpong-Tanah Abang.

Albar mengaku, sebelum truk yang dikemudikan Chosimin (44) dan kernet Mudjiono (44) itu dihajar KRL, dia berada di sebelah belakang bagian kanan truk karena hendak menyalip.

Kondisi jalan di pelintasan itu memang tidak rata. Pada bagian yang dilintasi rel, jalan tampak bergelombang. Albar mengaku tahu truk itu mesinnya sempat mati karena tiba-tiba truk mundur ke belakang.

"Mesinnya juga mati. Soalnya kalau mesinnya hidup, saya pasti dengar. Itu kan truk besar, mesinnya pasti berisik," katanya saat ditemui Tribunnews.com, Selasa (10/12/2013).

Sesaat sebelum tabrakan terjadi, penjaga pintu pelintasan, Pamuji (48), sempat berlari keluar dari pos dan menghampiri sang sopir truk sembari membawa bendera merah. Pamuji meminta truk untuk terus melaju, tetapi permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi Chosimin.

Albar mengaku sangat panik saat Pamuji memberi tahu pengendara bahwa akan ada kereta yang melintas. Ia pun memundurkan kendaraannya hingga batas rel. Tak lama setelah ia mundur, kereta pun datang dengan kecepatan sekitar 70 km per jam dan menghantam truk tangki tersebut.

Dia mengatakan, truk sempat terseret sekitar 10 meter, lalu terbakar hebat. Sampai dia menghampiri lokasi kejadian, Albar mengaku tidak mendengar ada ledakan. "Tapi, saya dengar dari teman saya sempat ada ledakan," katanya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Megapolitan
Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Megapolitan
Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Megapolitan
Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X