Dirut PT KAI: Masinis dan Teknisi Mati sebagai Syuhada

Kompas.com - 11/12/2013, 11:02 WIB
Tiga jenazah (kiri ke kanan) almarhum Darman Prasetyo (Masinis), Agus Suroto (asisten masinis), dan Sofyan Hadi (mekanik) disemayamkan di Stasiun Gambir, Jakarta, untuk mendapat penghormatan terakhir dari rekan sejawat dan sanak keluarga, Selasa (10/12/2013). KOMPAS/LASTI KURNIATiga jenazah (kiri ke kanan) almarhum Darman Prasetyo (Masinis), Agus Suroto (asisten masinis), dan Sofyan Hadi (mekanik) disemayamkan di Stasiun Gambir, Jakarta, untuk mendapat penghormatan terakhir dari rekan sejawat dan sanak keluarga, Selasa (10/12/2013).
EditorTri Wahono


KOMPAS.com
 — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tak kuasa menahan air mata saat mendengar cerita detik-detik tabrakan antara KRL jurusan Serpong-Tanah Abang dan sebuah truk tangki.

Saat menemani Wakil Presiden Boediono mengunjungi korban kecelakaan di RS Sutoyo, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2013) kemarin, salah satu korban bercerita tentang kisah mengharukan.

"Menjelang tabrakan, masinis masuk ke gerbong wanita—gerbong terdepan—untuk memperingatkan penumpang," tutur ibu tersebut.

Masinis dan teknisi yang berada di ruangan kabin di gerbong paling depan itu sebenarnya punya kesempatan untuk menyelamatkan diri saat tahu kereta akan menabrak truk di depannya.

Namun, keduanya memilih untuk memperingatkan penumpang dan kembali masuk ke dalam kabin berupaya mencegah tabrakan.

Kisah mengharukan inilah yang ditulis Hadi Mustofa Djuraid di Kompasiana. Hadi menulis dirinya sebagai jurnalis dan penulis buku Jonan & Evolusi Kereta Api Indonesia.

"Jonan mencucurkan air mata mendengar cerita itu. Ada rasa haru yang mendalam mendengar dedikasi dan militansi anak buahnya pada tugas dan tanggung jawab," tulis Hadi.

Jonan pun menyebut para petugas KA yang tewas dalam kecelakaan itu sebagai syuhada. Ia juga mempersilakan istri atau saudara kandung para syuhada menjadi karyawan PT KAI tanpa tes maupun batas umur sesuai pendidikan yang bersangkutan. Jika punya anak, KAI akan menanggung biaya pendidikan hingga perguruan tinggi.

Kisah selengkapnya dapat dibaca di sini.

Baca tentang


Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi karena Alasan Kemanusiaan

Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi karena Alasan Kemanusiaan

Megapolitan
Kurir Narkoba Ditangkap, 46 Kilogram Sabu-sabu Disita

Kurir Narkoba Ditangkap, 46 Kilogram Sabu-sabu Disita

Megapolitan
Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang 3 Hari

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang 3 Hari

Megapolitan
Pemuda Mabuk di Depok Ancam Warga dengan Magasin dan Pisau

Pemuda Mabuk di Depok Ancam Warga dengan Magasin dan Pisau

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Polisi Akan Panggil Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
Curhat Tetangga Isa Bajaj yang Juga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Duren Sawit: Payudara Saya Dibegal

Curhat Tetangga Isa Bajaj yang Juga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Duren Sawit: Payudara Saya Dibegal

Megapolitan
Angka Kematian Tinggi, Petugas TPU Jombang Makamkan 6-7 Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari

Angka Kematian Tinggi, Petugas TPU Jombang Makamkan 6-7 Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari

Megapolitan
Ini yang Harus Dilakukan jika Bergejala Covid-19 Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh

Ini yang Harus Dilakukan jika Bergejala Covid-19 Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh

Megapolitan
Labkesda Bakal Periksa Spesimen Tiap Hari, Depok Terus Genjot Tes PCR Covid-19

Labkesda Bakal Periksa Spesimen Tiap Hari, Depok Terus Genjot Tes PCR Covid-19

Megapolitan
Cuaca Buruk, Temuan Hasil Operasi SAR Sriwijaya Air Hari Ini Hanya Sedikit

Cuaca Buruk, Temuan Hasil Operasi SAR Sriwijaya Air Hari Ini Hanya Sedikit

Megapolitan
Ada Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cipinang Melayu Ditutup Sementara

Ada Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cipinang Melayu Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Terowongan Istiqlal-Katedral Mulai Dibangun 20 Januari Ini

Terowongan Istiqlal-Katedral Mulai Dibangun 20 Januari Ini

Megapolitan
Perjalanan Terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta, Berawal dari Lelang Jabatan oleh Anies

Perjalanan Terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta, Berawal dari Lelang Jabatan oleh Anies

Megapolitan
Raffi Ahmad Pesta Usai Disuntik Vaksin, Polisi: Tak Ada Unsur Pelanggaran

Raffi Ahmad Pesta Usai Disuntik Vaksin, Polisi: Tak Ada Unsur Pelanggaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X