Kompas.com - 15/12/2013, 20:19 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak daerah sebesar Rp 32,5 triliun pada tahun 2014. Hal ini menuntut kenaikan nilai pajak pada objek pajak, terutama pajak progresif kepemilikan kendaraan dan pajak reklame.

Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi mengatakan, target itu meningkat pesat apabila dibandingkan dengan target tahun 2013 ini. "Meningkat sekitar 43,6 persen dari target tahun ini, Rp 22,618 triliun," kata Iwan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/12/2013).

Adapun empat jenis pajak yang ditargetkan mencapai angka tersebut adalah pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (PBPHTB), serta pajak reklame. DKI menargetkan pendapatan dari PKB sebesar Rp 5,1 triliun, PBB senilai Rp 6,5 triliun, PBPHTB sebanyak Rp 5 triliun, dan pajak reklame Rp 2,4 triliun.

Peningkatan PAD lainnya adalah melalui penerapan pajak progresif pada pembelian kendaraan lebih dari satu unit. Penerapan pajak progresif itu juga salah satu alternatif DKI untuk menekan serbuan mobil murah. Dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2010, penerapan pajak kendaraan berjumlah 1,5 persen dari nilai jual kendaraan pertama, 2 persen dari nilai jual kendaraan kedua, dan 4 persen dari nilai jual kendaraan ketiga, empat dan seterusnya. Pajak progresif untuk kendaraan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Bulan lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan ingin merevisi Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor sehingga nilai pajak progresif kendaraan meningkat setinggi-tingginya. Iwan mengatakan dalam kajian yang telah dilakukannya, besaran pajak progresif untuk kendaraan maksimal sebesar 8 persen dari nilai jual kendaraan. Usulan pajak progresif itu sebesar 2 persen dari nilai jual untuk kendaraan pertama, pajak 3 persen dari nilai jual untuk kendaraan kedua. Kendaraan ketiga dikenai pajak 4 persen dari nilai jual kendaraan dan kendaraan keempat atau seterusnya dikenakan sebesar 8 persen dari nilai jual.

Di samping itu, dasar pengenaan PBB juga akan dinaikkan nilai jual objek pajaknya. Adapun untuk reklame juga akan dinaikkan dasar pengenaan pajaknya. Dengan begitu, maka nilai pajak reklame akan meningkat empat kali lipat lebih tinggi dibanding tahun ini. "Awalnya Rp 25.000 per meter persegi per hari. Tahun depan menjadi Rp 125.000 per meter persegi per hari," kata Iwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Cipulir Kerap Dilanda Banjir, Lurah Sebut karena Ada Perbaikan Saluran

Kawasan Cipulir Kerap Dilanda Banjir, Lurah Sebut karena Ada Perbaikan Saluran

Megapolitan
Tim SAR Turunkan Penyelam untuk Cari Dua Bocah yang Terseret Arus Kali Bekasi

Tim SAR Turunkan Penyelam untuk Cari Dua Bocah yang Terseret Arus Kali Bekasi

Megapolitan
Penumpang Sepeda Motor Luka Robek di Kepala Setelah Terjun Bebas dari Flyover Kemayoran

Penumpang Sepeda Motor Luka Robek di Kepala Setelah Terjun Bebas dari Flyover Kemayoran

Megapolitan
Hendak Tawuran di Kawasan GDC Depok, 3 Remaja Ditangkap Tim Patroli Perintis Presisi

Hendak Tawuran di Kawasan GDC Depok, 3 Remaja Ditangkap Tim Patroli Perintis Presisi

Megapolitan
Sepekan Beroperasi, Stasiun BNI Layani 18.622 Penumpang KRL

Sepekan Beroperasi, Stasiun BNI Layani 18.622 Penumpang KRL

Megapolitan
Kelelahan Saat Berenang di Kali Bekasi, Dua Bocah Hilang Terseret Arus

Kelelahan Saat Berenang di Kali Bekasi, Dua Bocah Hilang Terseret Arus

Megapolitan
Hilang Kendali, Pengendara Motor Jatuh dari 'Flyover' Kemayoran

Hilang Kendali, Pengendara Motor Jatuh dari "Flyover" Kemayoran

Megapolitan
UPDATE 7 Agustus 2022: Bertambah 224, Total Kasus Covid-19 di Tangerang Tembus 80.240

UPDATE 7 Agustus 2022: Bertambah 224, Total Kasus Covid-19 di Tangerang Tembus 80.240

Megapolitan
Seorang Santri di Kabupaten Tangerang Tewas, Diduga Dianiaya Temannya

Seorang Santri di Kabupaten Tangerang Tewas, Diduga Dianiaya Temannya

Megapolitan
BPBD DKI: Waspadai Banjir Rob 7-13 Agustus di Pesisir Jakarta

BPBD DKI: Waspadai Banjir Rob 7-13 Agustus di Pesisir Jakarta

Megapolitan
Perjuangan Keluarga Cari Keadilan untuk Akseyna, Surati Kompolnas tapi Lagi-lagi Kecewa

Perjuangan Keluarga Cari Keadilan untuk Akseyna, Surati Kompolnas tapi Lagi-lagi Kecewa

Megapolitan
Tabrak Pembatas 'Flyover' Kemayoran, Pengendara Motor Terjun Bebas hingga Terluka Parah

Tabrak Pembatas "Flyover" Kemayoran, Pengendara Motor Terjun Bebas hingga Terluka Parah

Megapolitan
Kantor Pusatnya Kebakaran, Pegadaian Pastikan Tak Ada Gangguan Pelayanan

Kantor Pusatnya Kebakaran, Pegadaian Pastikan Tak Ada Gangguan Pelayanan

Megapolitan
Pedagang Kopi Keliling Ditabrak Pengendara Mobil di Jakarta Barat

Pedagang Kopi Keliling Ditabrak Pengendara Mobil di Jakarta Barat

Megapolitan
Banjir di Cipulir Sudah Surut, Kini Jalan Sudah Bisa Kembali Dilintasi Kendaraan

Banjir di Cipulir Sudah Surut, Kini Jalan Sudah Bisa Kembali Dilintasi Kendaraan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.