Kompas.com - 17/12/2013, 13:26 WIB
Warga menjaga palang pintu darurat perlintasan kereta api di Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur, Kamis (19/5/2011). Warga sekitar membuat palang pintu secara swadaya untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Warga menjaga palang pintu darurat perlintasan kereta api di Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur, Kamis (19/5/2011). Warga sekitar membuat palang pintu secara swadaya untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Satpol PP DKI Jakarta telah menyebar personelnya untuk menjaga beberapa titik pintu perlintasan di Ibu Kota. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengatakan penjagaan perlintasan itu hanya bersifat membantu, tidak sampai menilang.

"Sudah saya perintahkan kepada Kasatpol PP di lima wilayah untuk menyebar petugasnya," kata Kukuh, di Balaikota Jakarta, Selasa (17/12/2013). Penjagaan perlintasan kereta api itu sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan permintaan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Bantuan itu juga karena keterbatasan personel PT KAI. Beberapa titik yang telah dijaga Satpol PP, antara lain Bintaro, Roxy, Jalan Angkasa Jakarta Timur, dan Cakung. Tiap lokasi ditempatkan sebanyak empat personel. Lokasi tersebut merupakan lokasi rawan kecelakaan dan banyak "pak ogah" yang berdiri di tengah rel perlintasan kereta mengatur lalu lintas secara liar.

Di samping itu, apabila PT KAI meminta bantuan Satpol PP untuk menertibkan PKL liar yang berada di perlintasan, kata dia, Satpol PP akan siaga membantu.

Penjagaan perlintasan kereta api di empat titik itu, mulai dilaksanakan pada Senin (16/12/2013) kemarin. Melalui penerjunan personel Satpol PP di pintu perlintasan kereta api dapat mengurangi angka kecelakaan.

Terakhir kecelakaan terjadi di pintu perlintasan kereta di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Kecelakaan melibatkan kereta rel listrik (KRL) jurusan Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki bermuatan bahan bakar minyak (BBM) premium.

Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak tujuh orang tewas, termasuk masinis, asisten masinis, dan teknisi. Puluhan penumpang juga mengalami luka-luka. Padahal saat peristiwa terjadi pintu pelintasan sudah proses menutup namun sopir truk tangki tetap nekat menerobos.

"Yang jelas begini kalau sudah masuk ke wilayah stasiun atau rumah orang, kita enggak bisa menertibkan kecuali diminta. Untuk menertibkan, kita harus koordinasi lebih dahulu dengan PT KAI dan polisi," kata Kukuh.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Megapolitan
Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Megapolitan
Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Megapolitan
4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.