Kompas.com - 18/12/2013, 10:52 WIB
Kepala Desa dan perangkatnya melakukan unjuk rasa mendukung pengesahan UU Desa, di depan gedung DPR MPR RI, Jakarta Rabu (18/12/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusKepala Desa dan perangkatnya melakukan unjuk rasa mendukung pengesahan UU Desa, di depan gedung DPR MPR RI, Jakarta Rabu (18/12/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Unjuk rasa mendesak disahkannya Undang-Undang Desa berlangsung di depan gedung DPR MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12/2013). Unjuk rasa yang dihadiri kepala desa dan perangkatnya ini mengancam akan memboikot suara di desa bagi pemilihan legislatif atau pemilihan presiden.

Humas FPD (Forum Pembaruan Desa) Sugeng Wiyono mengatakan, dirinya tidak akan memilih calon legislatif pada Pileg DPR RI apabila Undang-Undang Desa tidak disetujui anggota dewan.

"Kalau enggak disetujui, caleg DPR RI kita enggak pilih. Kita sosialisasikan ke rakyat juga karena mereka berarti tidak berpihak kepada desa," kata Sugeng kepada Kompas.com, di Gedung DPR MPR RI, Jakarta (18/12/2013).

Orator aksi lainnya yang berada di mobil komando juga menyatakan hal serupa. Mereka mengancam akan memboikot pileg hingga pilpres jika UU tersebut tidak disahkan.

"Kita boikot di setiap desa pileg dan pilpres. Sepakat? Yang sepakat tangannya di atas," ujar orator aksi tersebut.

Adapun orator lainnya menyatakan akan menjamin tidak tersedianya Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desanya bila UU Desa tidak disahkan. "Saya jaminkan tidak ada TPS," ujar orator tersebut.

Aksi tersebut berlangsung sejak Rabu pagi dan masih dilakukan hingga pukul 10.30. Massa berasal dari berbagai desa yang ada di tanah air. Aksi mereka berlangsung kondusif dan mendapat mengawalan dari petugas kepolisian gabungan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditegur agar Pakai Helm, Seorang Pemotor Malah Acungkan Jari Tengah ke Polisi

Ditegur agar Pakai Helm, Seorang Pemotor Malah Acungkan Jari Tengah ke Polisi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

Megapolitan
Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

Megapolitan
Kurir Sembunyikan 25 Kg Sabu di Dalam Speaker Mobil

Kurir Sembunyikan 25 Kg Sabu di Dalam Speaker Mobil

Megapolitan
Fakta Penjual Gorengan Adu Bacok dengan Rentenir di Ciputat: Akibat Hutang Rp 350.000

Fakta Penjual Gorengan Adu Bacok dengan Rentenir di Ciputat: Akibat Hutang Rp 350.000

Megapolitan
Usai Cabuli Anak Penyandang Autisme, Pelaku Ancam Korban dan Beri Uang Rp 15.000

Usai Cabuli Anak Penyandang Autisme, Pelaku Ancam Korban dan Beri Uang Rp 15.000

Megapolitan
Dibungkus Kemasan Teh, 25 Kilogram Sabu di Legok Diduga dari Jaringan China-Malaysia

Dibungkus Kemasan Teh, 25 Kilogram Sabu di Legok Diduga dari Jaringan China-Malaysia

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Sebut 39 Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Sebagian Sudah Dibuka Kembali

Wagub DKI Jakarta Sebut 39 Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Sebagian Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Pasien, Pasokan Oksigen di Wisma Atlet Diklaim Aman Hingga 4 Bulan ke Depan

Antisipasi Lonjakan Pasien, Pasokan Oksigen di Wisma Atlet Diklaim Aman Hingga 4 Bulan ke Depan

Megapolitan
Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.