Kompas.com - 19/12/2013, 11:21 WIB
Peresmian Nama BPTP Sofyan Hadi di Bekasi

Ade Rukim, Ayah Sofyan Hadi membuka tirai usai diresmikan oleh  Direktur Sarana PT KAI Bambang Eko Martono dengan nama  Balai Pelatihan Teknik Perkeretapian Sofyan Hadi di Bekasi, Kamis (19/12/2013). Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh ummi hadyah SalehPeresmian Nama BPTP Sofyan Hadi di Bekasi Ade Rukim, Ayah Sofyan Hadi membuka tirai usai diresmikan oleh Direktur Sarana PT KAI Bambang Eko Martono dengan nama Balai Pelatihan Teknik Perkeretapian Sofyan Hadi di Bekasi, Kamis (19/12/2013). Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh
|
EditorAna Shofiana Syatiri

BEKASI, KOMPAS.com — Sofyan Hadi, teknisi kereta yang tewas saat kecelakaan KRL menabrak truk tangki di pelintasan Pondok Betung, mendapat penghargaan. Namanya diabadikan PT KAI sebagai menjadi nama balai pelatihan di Bekasi, yakni Balai Pelatihan Teknik Perkeretapian Sofyan Hadi.

"Pengorbanan Sofyan Hadi akan selalu dikenang kita semua karena totalitas pengabdiannya dalam pelayanan kereta api," ujar Direktur Sarana PT KAI Bambang Eko Martono seusai meresmikan BPTP Sofyan Hadi di Stasiun Bekasi, Bekasi, Kamis (19/12/2013).

Bambang menuturkan, tidak hanya memberi penghargaan kepada Sofyan, tetapi dia juga mengapresiasi bentuk tanggung jawab Sofyan dalam menjalankan tugas sebagai awak kereta api. Menurutnya, Sofyan bekerja hingga titik darah penghabisan.

"Yang jelas, dia tidak lari dari tanggung jawab dan saat terakhirnya dia masih mengutamakan kepentingan orang lain, yaitu masih mengingatkan para penumpang untuk berpindah gerbong," tutur Bambang.

Ia menambahkan, Sofyan Hadi merupakan sosok pegawai yang bisa menjadi contoh keteladanan seorang pegawai kereta api dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saat peresmian nama Balai Pelatihan Teknik Perkeretapian Sofyan Hadi, tampak hadir orangtua beserta keluarga Sofyan Hadi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.