Kompas.com - 24/12/2013, 16:27 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto KOMPAS.com/DIAN FATHKepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW akan menghadirkan sejumlah saksi berkenaan dengan laporannya di kepolisian terhadap sastrawan Sitok Srengenge. Sitok dilaporkan atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan terhadap RW.

"RW akan mengajukan saksi dia sendiri. Saksi bukti dugaan perbuatan tidak menyenangkan. (Jadi) ada nama-nama yang akan jadi saksi minggu ini, yang berkaitan dengan apa yang dia laporkan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/12/2013).

Rikwanto mengatakan, penyidik Polda Metro Jaya sudah mendatangi dan bertemu RW di sebuah klinik di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (20/12/2013) pekan lalu. Dia membenarkan bahwa RW sedang mengandung. Saat pemeriksaan, RW juga didampingi psikolog.

"Sedang hamil. Namun, dia bisa bercerita dengan jelas, apa yang dialami, perkenalan, perbuatannya, dan apa yang dialami dengan komunikasinya dengan Sitok," ujar Rikwanto.

"Masuk materi. Tidak akan kami sampaikan karena agak sensitif," ujar Rikwanto.

Meski sudah meminta keterangan RW, penyidik masih belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sitok. Saat ini, penyidik masih fokus pada pemeriksaan saksi.

Penanganan kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dilaporkan RW terhadap Sitok sudah dilimpahkan dari Subdit Remaja, Anak dan Wanita ke Subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Alasanya, hal ini  dinilai menyedot perhatian publik.

Adapun Sitok Srengenge dilaporkan RW dengan tuduhan tidak bertanggung jawab terkait tudingan telah menghamili mahasiswi itu. Sitok dituntut dengan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. Pasal tersebut masih tergolong pasal ringan yang hukumannya tidak sampai bertahun-tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Megapolitan
Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Megapolitan
Rizieq Shihab 'Ngamuk' Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Rizieq Shihab "Ngamuk" Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Megapolitan
Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Megapolitan
Polisi Telusuri Rekaman CCTV Buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Polisi Telusuri Rekaman CCTV Buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Megapolitan
Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Megapolitan
2.659 RT Zona Merah di Jakarta Wajib Terapkan Jam Malam, Terbanyak di Jakarta Barat

2.659 RT Zona Merah di Jakarta Wajib Terapkan Jam Malam, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Kak Seto Desak Polisi Segera Tangkap Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Kak Seto Desak Polisi Segera Tangkap Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Megapolitan
Masih Ada Aktivitas di Penginapan Tebet yang Baru Digerebek Polisi karena Kasus Prostitusi Online Anak

Masih Ada Aktivitas di Penginapan Tebet yang Baru Digerebek Polisi karena Kasus Prostitusi Online Anak

Megapolitan
Polisi: Pemuda yang Ditusuk hingga Tewas di Kalideres Tengah Melerai Dua Kelompok

Polisi: Pemuda yang Ditusuk hingga Tewas di Kalideres Tengah Melerai Dua Kelompok

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Dilanjut Senin Depan, Hakim: Masih Panjang...

Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Dilanjut Senin Depan, Hakim: Masih Panjang...

Megapolitan
300 Personel Polisi Dikerahkan untuk Amankan KTT ASEAN di Jakarta

300 Personel Polisi Dikerahkan untuk Amankan KTT ASEAN di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X