Kompas.com - 25/12/2013, 12:37 WIB
Pohon Natal 8 Meter di Gereja Ayam

Pohon Natal setinggi 8 meter menjulang tinggi di halaman GPIB PNIEL atau gereja Ayam yang terletak di Jalan Samanhudi, Pasar Baru. Pohon natal tersebut berasal bahan tali nilon dan kerangka plat baja, Rabu (25/12/2013).Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh ummi hadyah salehPohon Natal 8 Meter di Gereja Ayam Pohon Natal setinggi 8 meter menjulang tinggi di halaman GPIB PNIEL atau gereja Ayam yang terletak di Jalan Samanhudi, Pasar Baru. Pohon natal tersebut berasal bahan tali nilon dan kerangka plat baja, Rabu (25/12/2013).Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Di halaman Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) PNIEL atau biasa dikenal dengan Gereja Ayam, berdiri pohon Natal setinggi delapan meter yang terbuat dari bahan nilon. Pembuatan pohon Natal unik ini mencapai Rp 40 juta.

Menurut Agustinus Sipahelutt, salah seorang panitia Natal di gereja yang terletak di Jalan Samanhudi, Pasar Baru, Jakarta, pohon Natal tersebut terbuat dari kerangka pelat baja dan bahan tali nilon. Pita dari bahan kelambu sebanyak 25 buah digunakan sebagai ornamen di pohon tersebut.

"Pembuatannya dicetus para pemuda-pemuda tempo dulu, dan dibuat oleh 10 orang panitia. Pohon Natal ini melambangkan keberkahan," ujar Agustinus saat ditemui Kompas.com, di GPIB PNIEL, Jalan Samanhudi, Jakarta, Rabu (25/12/2013).

Agus mengatakan, ada alasannya mengapa mereka memiih bahan dari tali nilon. Menurutnya, bahan nilon mudah menangkap cahaya pada malam hari jika terkena sorot lampu. Oleh karena itu, kata Agus, pohon Natal tersebut memang sengaja dibuat untuk suasana malam perayaan Natal.

"Di dalamnya ada lampu sorot yang keatas, nantinya lampu bisa berganti warna setiap detik," imbuhnya.

Agustinus mengaku tidak ada kesulitan dalam proses pembuatan pohon Natal tersebut. Untuk merangkainya dibutuhkan waktu sebulan. Pohon tersebut akan dipajang hingga tahun baru 2014 berlalu.

"Pohon Natal ini sudah dipasang sejak dua minggu lalu sebelum perayaan dan akan menyala pada malam hari sampai perayaan selesai," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

Megapolitan
Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pastikan Stok Vaksin Cukup untuk Booster Selama Januari

Pemkot Bekasi Pastikan Stok Vaksin Cukup untuk Booster Selama Januari

Megapolitan
Bruder Angelo Divonis 14 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Korban: Sangat Adil

Bruder Angelo Divonis 14 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Korban: Sangat Adil

Megapolitan
Kuli Bangunan yang Cabuli Bocah di Pamulang Iming-imingi Korban dengan Cokelat

Kuli Bangunan yang Cabuli Bocah di Pamulang Iming-imingi Korban dengan Cokelat

Megapolitan
Korsleting di Tiang Listrik, Api Menyambar Sebuah Gerobak di Tanah Abang

Korsleting di Tiang Listrik, Api Menyambar Sebuah Gerobak di Tanah Abang

Megapolitan
Cerita Sepasang Lansia Bertahan di Tengah Banjir demi Selamatkan Gerobak Jualan Aksesori: Ini Paling Berharga

Cerita Sepasang Lansia Bertahan di Tengah Banjir demi Selamatkan Gerobak Jualan Aksesori: Ini Paling Berharga

Megapolitan
Guru SMP Cendrawasih I Cilandak Dijambret, Uang Rp 2 Juta Buat Bayar Kontrakan dan Ponsel Raib

Guru SMP Cendrawasih I Cilandak Dijambret, Uang Rp 2 Juta Buat Bayar Kontrakan dan Ponsel Raib

Megapolitan
Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Sebabkan Banjir, Warga: Tiap Tahun Juga Begini

Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Sebabkan Banjir, Warga: Tiap Tahun Juga Begini

Megapolitan
Oleng, Pengemudi Toyota Rush Tabrak Mobil dan 2 Motor di Kebayoran Lama, Seorang Pemotor Terluka

Oleng, Pengemudi Toyota Rush Tabrak Mobil dan 2 Motor di Kebayoran Lama, Seorang Pemotor Terluka

Megapolitan
Tabrak Pohon lalu Masuk Parit di Tangerang, Pengemudi Pajero Tewas

Tabrak Pohon lalu Masuk Parit di Tangerang, Pengemudi Pajero Tewas

Megapolitan
Saluran Air Ditutup Warga, Petugas SDA Buat Saluran Baru di Jalan Bidara Raya Penjaringan

Saluran Air Ditutup Warga, Petugas SDA Buat Saluran Baru di Jalan Bidara Raya Penjaringan

Megapolitan
'Jangan Pernah Ada Kata Kompromi dan Damai terhadap Pelaku Kekerasan Seksual'

"Jangan Pernah Ada Kata Kompromi dan Damai terhadap Pelaku Kekerasan Seksual"

Megapolitan
Hasil Tracing Tunjukkan 4 Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Bukti Ada Klaster Sekolah

Hasil Tracing Tunjukkan 4 Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Bukti Ada Klaster Sekolah

Megapolitan
Banyak yang Arogan dan Ditilang, Siapa Saja Pengguna Mobil Pelat RF?

Banyak yang Arogan dan Ditilang, Siapa Saja Pengguna Mobil Pelat RF?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.