Kompas.com - 26/12/2013, 08:08 WIB
Pengungsi banjir antre air bersih di pengungsian Rusun Waduk Pluit, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (24/1/2013). Hingga saat ini sejumlah wilayah di Penjaringan masih terendam banjir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pengungsi banjir antre air bersih di pengungsian Rusun Waduk Pluit, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (24/1/2013). Hingga saat ini sejumlah wilayah di Penjaringan masih terendam banjir.
EditorAna Shofiana Syatiri

Begitupun konflik Jakarta dengan Tangerang, cepat atau lambat peristiwa ini akan terjadi. Saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang memasok air curah (air bersih yang sudah diolah) rata-rata 2.600 liter per detik. PDAM Tirta Kerta Raharja belum mau menambah suplai air bersih ke DKI Jakarta. Sebab, permintaan layanan di Kabupaten Tangerang saja sudah tinggi. Permintaan ini akan terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk Tangerang.

Jika tidak ada terobosan mencari penambahan suplai air baku, biscaya konflik karena air bersih semakin serius. Inilah yang tergambar dalam film James Bond ke-22 berjudul Quantum of Solace yang dirilis tahun 2008.

Akar masalah dan harapan

Persoalan itu terjadi karena buruknya tata kelola air. Pengelolaan air bersih Jakarta dianggap masalah sektoral sehingga penanganannya belum cepat. Pemerintah pusat harus melihat persoalan ini sebagai masalah serius. Jakarta bukan hanya ibu kota provinsi, melainkan juga ibu kota negara. Layanan dasar manusia berupa air bersih seharusnya tak ada lagi masalah.

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia jelas mengamanatkan kekhususan Jakarta. Lantaran sebagai daerah khusus, seharusnya perlu penanganan khusus terhadap persoalan yang muncul, termasuk masalah krisis air bersih dari jaringan pipa.

Sayangnya, langkah pemerintah pusat membantu menyelesaikan krisis air bersih dari jaringan pipa masih lamban.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta mulai tidak sabar. Tahun 2013 Pemprov DKI Jakarta memulai negosiasi pembelian saham operator air bersih PT Palyja. Pembelian ini dilakukan sebagai langkah awal membenahi tata kelola air. Langkah ini cukup mengejutkan karena perjanjian kerja sama dengan dua operator air bersih baru akan berakhir tahun 2023 sejak dibuat tahun 1998.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta mulai merevitalisasi unit pengolahan air bersih yang berdampak pada penambahan suplai air. Sebelumnya suplai air dari DKI Jakarta hanya 2,4 persen, tahun ini meningkat menjadi 3,33 persen.

Masih ada potensi lain yang belum dimanfaatkan. Paling tidak ada 2,9 miliar meter kubik air per tahun dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta. Angka ini belum termasuk 3,6 miliar meter kubik hujan di Jakarta. Jumlah itu jauh lebih dari cukup dibandingkan dengan kebutuhan air bersih 1 miliar meter kubik. Sekarang hanya soal pandangan, menganggap sumber daya air sebagai anugerah atau bencana karena tak mampu mengelolanya. (MKN/NDY/PIN/BRO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 16 Mei: Bertambah 9, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.204

Update 16 Mei: Bertambah 9, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.204

Megapolitan
Update 16 Mei: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 66 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Update 16 Mei: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 66 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Bekasi Pekan Ini

Megapolitan
Pemindahan Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong ke Rusun Tunggu Kesiapan Sudin Perumahan

Pemindahan Warga Korban Kebakaran Pasar Gembrong ke Rusun Tunggu Kesiapan Sudin Perumahan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan | Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol

[POPULER JABODETABEK] Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan | Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol

Megapolitan
Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.