Kompas.com - 30/12/2013, 16:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri berpeci) bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan sesaat setelah pengesahan APBD DKI tahun anggaran 2013 di Gedung DPRD DKI, Senin (28/1/2013). KOMPAS.com/Indra AkuntonoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri berpeci) bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan sesaat setelah pengesahan APBD DKI tahun anggaran 2013 di Gedung DPRD DKI, Senin (28/1/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ferrial Sofyan menjamin molornya pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2014 tak memengaruhi kegiatan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, pengesahan yang molor itu tidak hanya terjadi tahun ini, tetapi juga pada tahun-tahun sebelumnya.

"Molor sampai Januari itu tidak terlau pengaruh. Untuk belanja tidak langsung (gaji pegawai) itu sudah ada aturannya walau belum diketuk tetap bisa dilaksanakan sesuai waktu," kata Ferrial di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (30/12/2013).

Politisi Partai Demokrat itu menyangkal kalau molornya pengesahan APBD DKI 2014 sebagai bukti koordinasi yang tidak baik antara pihak legislatif dan eksekutif. Menurutnya, DPRD DKI tidak menyangka melihat lonjakan tajam di Rancangan APBD 2014, yang mencapai Rp 70 triliun.

Awalnya, nilai Rancangan APBD yang diajukan ke dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran (KUAPPAS) adalah sebesar Rp 67,7 triliun. Setelah Pemprov DKI mengajukan penambahan Rp 2 triliun, nilai anggaran bertambah menjadi Rp 69,7 triliun. Penambahan itu untuk anggaran penambahan bus oleh Dinas Perhubungan DKI dan pembebasan lahan waduk oleh Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.

Banyaknya nomenklatur (rincian anggaran) yang mencapai 30.000 mata anggaran dengan penambahan nilai yang tidak sedikit itulah yang menyebabkan legislatif harus bekerja ekstra mengesahkan APBD DKI 2014.

"Misalnya, ada beberapa kegiatan pembangunan yang biasanya di Dinas Kesehatan lebih besar daripada Dinas Pekerjaan Umum, tapi sekarang kegiatan pembangunan di Dinkes hampir sama dengan pembangunan di Dinas PU. Ini menunjukkan ada lonjakan besar pada pembangunan infrastruktur," kata Ferrial.

Meski berjanji akan terus membahas pengesahan APBD, Ferrial mengatakan tidak ingin mengesahkan APBD secara terburu-buru. Ia mengharapkan semua proses pembahasan selesai dengan baik meski terlambat. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah timbulnya dana-dana siluman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika pengisian rekening RAPBD sudah beres diselesaikan pihak eksekutif, DPRD DKI Jakarta berjanji akan segera mengesahkannya. Rencananya, pengesahan Rancangan APBD DKI 2014 akan dilaksanakan pada minggu kedua Januari. Target pertama pengesahan APBD DKI 2014 pada 30 November 2013, kemudian molor menjadi 27 Desember 2013 dan lagi-lagi mundur dari target.

"Banggar DPRD minta waktu sepuluh hari untuk membahas. Kira-kira minggu kedua Januari akan disahkan, jangan sampai ketok palu tapi masih ada masalah," ujar Ferrial.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

Megapolitan
Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Megapolitan
Heboh Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

Heboh Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

Megapolitan
Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Megapolitan
Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Megapolitan
11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X