Kemacetan Parah Bayangi Ibu Kota pada 2014

Kompas.com - 03/01/2014, 17:06 WIB
Kendaraan terjebak macet di Jalan Sudirman, Jakarta di dua arah saat jam pulang kerja, Kamis (28/2/2013). Moda transportasi angkutan massal semakin mendesak untuk segera direalisasikan di Jakarta, mengingat kemacetan yang semakin parah. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOKendaraan terjebak macet di Jalan Sudirman, Jakarta di dua arah saat jam pulang kerja, Kamis (28/2/2013). Moda transportasi angkutan massal semakin mendesak untuk segera direalisasikan di Jakarta, mengingat kemacetan yang semakin parah.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat peningkatan jumlah kendaraan mulai tahun 2012 hingga 2013 sebanyak 9,8 persen. Tahun ini, jumlah kendaraan diprediksi meningkat sehingga kemacetan membayangi Ibu Kota pada 2014 ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar R Nurhadi mengatakan, beberapa faktor peningkatan jumlah kendaraan yang diprediksi terjadi tahun ini ialah karena peningkatan kemampuan daya beli masyarakat.

"Dipengaruhi politik, ekonomi, dan kemampuan daya beli masyarakat," kata Nurhadi kepada wartawan, Jumat (3/1/2014).

Jumlah infrastruktur jalan yang sudah tidak sebanding dengan peningkatan volume kendaraan juga menjadi alasan kemacetan di Jakarta.

Pendapat ini dibenarkan oleh Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit. Selain pertumbuhan natural kendaraan karena daya beli masyarakat yang meningkat, kebijakan mobil murah atau low cost car pemerintah pusat ikut berperan serta. Danang mengatakan, dari 36.000 mobil murah yang diproduksi pada 2012, sebanyak 19 persennya dikerjakan di Jakarta.

Belum lagi pembangunan moda transportasi massal MRT dan juga monorel yang dipastikan akan berpengaruh pada kemacetan lalu lintas.

"Jadi, ada tiga sumber itu, dan pertumbuhan kemacetan tahun ini akan meningkat 20 persen," ujar Danang.

Danang memastikan, peningkatan kendaraan ini tidak didukung dengan penambahan infrastruktur jalan. Sebab, pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak menargetkan pembangunan jalan tambahan sebagai solusi mengatasi kemacetan. "Kami pun tidak setuju kalau ada penambahan ruas jalan," ujar Danang.

Sementara terkait keputusan Pemprov DKI untuk menyetujui pembangunan enam ruas tol dalam kota, MTI menyambut positif. Sebab, dua dari enam ruas tol tersebut membantu mengatasi kemacetan untuk wilayah timur dan barat Jakarta.

"Dua ruas tol itu kan untuk membantu lalu lintas angkutan barang juga. Jadi, sambil itu dibangun, juga diperbaiki sarana transportasi lainnya," tutur Danang.

Adapun kemacetan di jalur utara dan selatan Jakarta, sambungnya, nanti akan terbantu bila MRT dan monorel rampung pengerjaannya.

Dari catatan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan di Jakarta dari Januari hingga 21 Desember 2013 sebanyak 16.043.689 unit. Rinciannya sebanyak 11.929.103 unit merupakan sepeda motor, 3.003.499 mobil, 360.022 bus, 617.635 mobil barang, dan 133.430 kendaraan khusus. Jumlah tersebut meningkat 9,8 persen dibanding tahun 2012 yang mencapai 14.618.313 unit. Rinciannya sebanyak 10.825.973 unit merupakan sepeda motor, 2.742.414 mobil, 358.895 mobil penumpang, 561.918 mobil barang, dan 129.113 kendaraan khusus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Pedemo, Dua Pintu Stasiun MRT Bundaran HI Ditutup

Banyak Pedemo, Dua Pintu Stasiun MRT Bundaran HI Ditutup

Megapolitan
Kantor Imigrasi Tangerang Pindahkan Unit Layanan Paspor Wilayah Tangsel ke WTC Serpong

Kantor Imigrasi Tangerang Pindahkan Unit Layanan Paspor Wilayah Tangsel ke WTC Serpong

Megapolitan
Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X