Diusulkan, Kantong Parkir Truk Kontainer di Tol Cikampek dan Merak

Kompas.com - 04/01/2014, 07:46 WIB
Kendaraan terjebak kemacetan sepanjang lebih dari 3 kilometer di jalan raya Tol Merak yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (3/8/2013). KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOKendaraan terjebak kemacetan sepanjang lebih dari 3 kilometer di jalan raya Tol Merak yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (3/8/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengusulkan pembangunan kantong parkir bagi kendaraan truk kontainer di jalur Merak dan Cikampek. Tujuannya, mengurangi kepadatan kendaraan di jalan tol yang mengarah ke Tanjung Priok, Jakarta Utara, baik lewat jalur barat maupun timur Jakarta.

"Saya mau usulkan pembuatan kantong parkir di Merak dan Cikampek, untuk truk kontainer yang mau masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar R Nurhadi, kepada wartawan, Jumat (3/1/2013).

Nurhadi mengatakan, kantong parkir tersebut akan meminimalisir truk besar di ruas tol yang mengarah ke Jakarta. Sistem jam masuk truk kontainer ke tol juga dapat diatur, kata dia, dengan memanfaatkan kamera pemantau (CCTV) di tol dari waktu ke waktu, berdasarkan kondisi jalan tol saat itu.

"Ketika situasi arus lalu lintas di tol mulai lancar, kontainer bisa masuk secara bertahap. Kalau terintegrasi dengan baik saya yakin bisa lancar," ujar Nurhadi. Selain itu, kantong parkir menurut dia juga dapat dipakai para pengemudi untuk beristirahat.

Nurhadi mengatakan, kantong parkir tersebut bisa dijaga petugas 24 jam untuk keamanannya. Hanya truk pengangkut bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok yang akan terhindar dari ketentuan memasuki kantong parkir itu. "Truk pengangkut dua jenis bahan ini yang bisa masuk tol tanpa dibatasi," ujar dia.

Namun, Nurhadi mengatakan usul tersebut masih harus dikaji terlebih dahulu. Dia pun mengatakan rencana ini harus melalui pembahasan bersama terlebih dahulu dengan para pejabat pemangku wilayah yang terkait dengan tol Merah dan Cikampek. Jalan ini membentang dari Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Banten.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Sebut 100 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 dalam Sehari

Pemprov DKI Sebut 100 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Jalan Falatehan Kebayoran Baru Tergenang Air hingga 50 Sentimeter, Lalu Lintas Sempat Macet

Jalan Falatehan Kebayoran Baru Tergenang Air hingga 50 Sentimeter, Lalu Lintas Sempat Macet

Megapolitan
Ketika Grafik Kasus Positif Covid-19 Harian di DKI Jakarta Melonjak Selama PPKM Jilid Pertama

Ketika Grafik Kasus Positif Covid-19 Harian di DKI Jakarta Melonjak Selama PPKM Jilid Pertama

Megapolitan
Asosiasi RS Swasta: Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19 Puluhan Miliar Rupiah

Asosiasi RS Swasta: Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19 Puluhan Miliar Rupiah

Megapolitan
KPU Tangsel Nyatakan Siap Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

KPU Tangsel Nyatakan Siap Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Pemprov DKI Akan Tambah 1.941 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

Polisi: Beberapa Pembuat Surat PCR Palsu adalah Pegawai Lab dan Klinik

Megapolitan
Perempuan Mesum di Halte Senen Tertangkap, Pelaku Pria Masih Diburu

Perempuan Mesum di Halte Senen Tertangkap, Pelaku Pria Masih Diburu

Megapolitan
Dua Anggota Ormas Dianiaya karena Sering Memalak di Kafe Bekasi, Seorang Tewas

Dua Anggota Ormas Dianiaya karena Sering Memalak di Kafe Bekasi, Seorang Tewas

Megapolitan
Tabrak Sepatbor Mobil Boks, Pengendara Motor Jatuh dan Tewas di Tempat

Tabrak Sepatbor Mobil Boks, Pengendara Motor Jatuh dan Tewas di Tempat

Megapolitan
Polisi Pastikan Perempuan yang Mesum di Halte Kramat Raya Bukan PSK

Polisi Pastikan Perempuan yang Mesum di Halte Kramat Raya Bukan PSK

Megapolitan
Jelang Sidang Sengketa Hasil Pilkada, KPU Tangsel Siapkan Sanggahan hingga Alat Bukti

Jelang Sidang Sengketa Hasil Pilkada, KPU Tangsel Siapkan Sanggahan hingga Alat Bukti

Megapolitan
Satpol PP: Penginapan AVA OYO di Pademangan Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan

Satpol PP: Penginapan AVA OYO di Pademangan Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Blok Makam Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Penuh, Pemprov DKI Terus Siapkan Lahan Baru

Blok Makam Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Penuh, Pemprov DKI Terus Siapkan Lahan Baru

Megapolitan
Polisi Periksa Kejiwaan Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Senen

Polisi Periksa Kejiwaan Perempuan yang Berbuat Mesum di Halte Senen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X