Kompas.com - 05/01/2014, 14:02 WIB
Ilustrasi: Dedi (42) pegawai distributor gas elpiji PT Limas Raga Inti, Bandung, Jawa Barat, memasang segel pada gas elpiji 12 kilogram, Kamis (28/2/2013). KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOIlustrasi: Dedi (42) pegawai distributor gas elpiji PT Limas Raga Inti, Bandung, Jawa Barat, memasang segel pada gas elpiji 12 kilogram, Kamis (28/2/2013).
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com -
Keputusan PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram serentak di seluruh Indonesia membuat sejumlah pedagang makanan menjerit. Beberapa penjual makanan mulai memutar otak, agar tak merugi.

Sejumlah pedagang warung nasi, Warung Tegal (warteg) dan warung kopi (warkop), mengaku akan menyesuaikan harga dengan kenaikan elpiji 12 kg. Rata-rata para pedagang, akan menaikkan harga jualnya antara Rp 500 hingga Rp 1.000.

Siti Aisyah, penjual Nasi Padang di kawasan Jatinegara mengaku kecewa, lantaran pemerintah ataupun pihak terkait tidak melakukan sosialisasi lebih dulu kepada masyarakat.

"Mau tidak mau, harus gimana lagi. Tapi, seharusnya ada pembahasan yang lebih jelas dulu kalau mau naikkan harga, kenapa naiknya bisa parah begitu," kata Siti, Minggu (5/1/2014).

Siti menyebutkan, dengan kenaikan yang cukup tinggi dipastikan pengeluaran akan semakin bertambah.

"Biasa pakai gas 12 kilogram untuk 4 hari. Ini jadi beban untuk kami para pedagang. Sekarang belum dinaikkan harga makanannya, cuma dikurangi porsinya," lanjutnya.

Adapun, menurut Lilis, pengusaha masakan Warung Tegal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, saat ini dia tidak lagi menggunakan elpiji 12 kilogram, lantaran kualitasnya tidak sama.

"Kadang pakai yang gede (12 kg) isi tidak sama. Masaknya tiap hari sama, tapi habis gasnya tidak tentu. Kadang terlalu cepat," katanya.

Mulai 1 Januari 2014, PT Pertamina menaikkan harga elpiji non subsidi kemasan 12 kilogram secara serentak di seluruh Indonesia dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp 3.959 per kg.

Di kalangan distributor beberapa daerah harga elpiji 12 kg mencapai Rp 150.000 hingga Rp 200.000 dari harga semula Rp 80.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Saksi Kasus Mafia Tanah, Nirina Zubir Harap Eks ART Divonis Seberat-beratnya

Jadi Saksi Kasus Mafia Tanah, Nirina Zubir Harap Eks ART Divonis Seberat-beratnya

Megapolitan
Volume Angkutan Kargo Bandara Naungan AP II Capai 41.500 Ton Selama Periode Lebaran 2022

Volume Angkutan Kargo Bandara Naungan AP II Capai 41.500 Ton Selama Periode Lebaran 2022

Megapolitan
Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut, Pemkot Jakpus Libatkan Kader Dasawisma

Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut, Pemkot Jakpus Libatkan Kader Dasawisma

Megapolitan
Antisipasi Kekeringan, BPBD DKI Imbau Masyarakat untuk Hemat Air dan Tampung Air Hujan

Antisipasi Kekeringan, BPBD DKI Imbau Masyarakat untuk Hemat Air dan Tampung Air Hujan

Megapolitan
Mulai Malam Ini Pelintasan Rel Kereta Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup, Ada Pembangunan 'Underpass'

Mulai Malam Ini Pelintasan Rel Kereta Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup, Ada Pembangunan "Underpass"

Megapolitan
Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Megapolitan
Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Megapolitan
Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Megapolitan
Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Megapolitan
Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Megapolitan
Taufik Gerindra: Kita Aminkan supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Taufik Gerindra: Kita Aminkan supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Megapolitan
Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Megapolitan
M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.