Kompas.com - 05/01/2014, 20:18 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (berbaju putih) kembali menjenguk suaminya Tubagus Chairi Whardana di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (30/12/2013). Suami Airin ditahan KPK karena diduga terlibat dalam suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi yang juga melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (berbaju putih) kembali menjenguk suaminya Tubagus Chairi Whardana di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (30/12/2013). Suami Airin ditahan KPK karena diduga terlibat dalam suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi yang juga melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagian besar warga Kota Tangerang Selatan, Banten, meyakini bahwa pemerintah daerahnya tidak bersih dari praktik korupsi dan suap. Hal itu tecermin dari survei Indikator Politik Indonesia, di mana sebanyak 71,8 persen warga kota pinggiran Jakarta itu menilai pemerintah setempat korup. Jumlah itu terdiri dari 54, 5 persen yang menyatakan kurang bersih dan 17,3 persen yang menyatakan tidak bersih sama sekali.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi, Minggu (5/1/2014) di Jakarta, mengatakan, sebanyak 20,5 persen responden menilai aparat Pemkot Tangsel cukup bersih dari praktik korupsi, sementara 1,7 persen lainnya menyatakan sangat bersih. Sebanyak 6 persen responden tidak menjawab.

Selain itu, 37 persen responden menilai ada sejumlah pejabat atau pegawai pemerintah Kota Tangsel yang melakukan korupsi maupun suap. Sebanyak 28,5 persen menyatakan sebagian besar aparat pemkot bertindak korup dan 15 persen menilai hampir semua aparat Pemkot Tangsel melakukan korupsi.

"Praktik korupsi dan suap di Tangsel juga sudah sangat meluas. Hanya sekitar 8,1 persen warga Tangsel yang menilai hampir tidak ada korupsi di pemerintahan Tangsel," kata Burhan.

Hasil survei ini tak jauh berbeda dari penilaian warga Banten terhadap praktik korupsi di pemerintahannya. Sebanyak 77,1 persen warga Banten menilai aparat Pemprov Banten tak bersih dari praktik korupsi dan suap. Survei dilakukan karena adik Gubernur Banten Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan, tak hanya terjerat kasus dugaan suap pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak, Banten, tetapi juga dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangsel. Wawan adalah suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.

"Tangerang Selatan perlu mendapat perhatian khusus karena keterkaitan yang erat antara tersangka (Wawan) dengan Tangerang Selatan," kata Burhan.

Survei IPI tersebut dilakukan pada 22-29 Desember 2014 dengan melibatkan 195 responden warga Tangsel, baik pria maupun wanita yang telah memiliki hak pilih atau berusia di atas 17 tahun. Survei dilakukan dengan teknik wawancara dengan margin of error sekitar 7 persen. Burhan mengatakan, survei ini atas biaya sendiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan yang Jadi Akses Pemuda Tawuran di Johar Baru...

Jembatan yang Jadi Akses Pemuda Tawuran di Johar Baru...

Megapolitan
Aparat dan Kementerian Turun Tangan, Babak Baru Dugaan Korupsi Damkar yang Diungkap Sandi

Aparat dan Kementerian Turun Tangan, Babak Baru Dugaan Korupsi Damkar yang Diungkap Sandi

Megapolitan
Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Penyerangan di Jagakarsa, Satu Warga Derita Luka Bacok pada Bagian Lengan

Megapolitan
Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: 'Kita Perlancar!'

Kepala Korlantas Persilakan Mudik di Waktu Berikut: "Kita Perlancar!"

Megapolitan
Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Avanza Tabrak Ambulans di Gunung Sahari Jakpus, Pesepeda Jadi Korban

Megapolitan
UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

UPDATE 15 April: Depok Catat 324 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi dalam Sebulan Terakhir

Megapolitan
UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

UPDATE 15 April: 109 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 536 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bodebek Hujan hingga Malam

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Rizieq Shihab Sesalkan Sikap Bima Arya | Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

[POPULER JABODETABEK] Rizieq Shihab Sesalkan Sikap Bima Arya | Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Catat, Cara Dapat Jasa Derek Mobil Resmi di Jalan Tol Gratis dan Berbayar Berikut Tarifnya

Catat, Cara Dapat Jasa Derek Mobil Resmi di Jalan Tol Gratis dan Berbayar Berikut Tarifnya

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 16 April 2020

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 16 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X