AKAP Lebak Bulus Dihapus, Koridor VIII Ditambah 30 Bus Transjakarta

Kompas.com - 07/01/2014, 07:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Hatta Rajasa dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau kedatangan bus sedang dan bus transjakarta baru di Pelabuhan Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (23/12/2013) sore. KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUSMenteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Hatta Rajasa dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau kedatangan bus sedang dan bus transjakarta baru di Pelabuhan Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (23/12/2013) sore.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menambah unit bus transjakarta koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni sebagai kompensasi dihilangkannya pelayanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Lebak Bulus. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan sebanyak 30 unit bus Transjakarta akan didatangkan untuk mengoptimalkan perjalanan.

"Kita akan tambah 30 unit bus transjakarta pada akhir Januari," kata Pristono, di Balaikota Jakarta, Selasa (6/1/2014).

Dishub DKI tidak lagi membangun terminal untuk perjalanan AKAP di Jakarta Selatan. Terminal Kalideres, Pulogadung, dan Kampung Melayu dianggap telah sesuai sebagai lokasi pengganti pengoperasian AKAP dari Lebak Bulus.

Selain itu, akses warga Lebak Bulus menuju ke ketiga terminal itu juga dinilai cukup mudah. Dari Jakarta Selatan, warga bisa menggunakan bus transjakarta ke arah Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Sehingga, Dishub DKI akan mengoptimalkan fasilitas dan pelayanan transjakarta.

Pristono menjelaskan, baru ada sekitar 50 bus single melayani koridor tersebut. Sementara 30 unit bus tambahan merupakan bus gandeng (articulated bus) yang daya angkutnya lebih banyak.

Bus-bus tersebut sudah tiba di Jakarta. Namun masih dalam penyelesaian administrasi. "Jadi, baru bisa beroperasi akhir Januari besok. Semoga bisa melayani masyarakat lebih baik lagi," ujar Pristono.

Terminal Lebak Bulus akan dibongkar untuk pembangunan depo mass rapid transit (MRT). Terminal itu tidak lagi melayani perjalanan AKAP, hanya tersisa perjalanan dalam kota dan bus transjakarta saja.

Dishub DKI membagi beberapa pengalihan lokasi bus AKAP. Untuk trayek Pulau Sumatera dan Banten dipindahkan ke Terminal Kalideres. Kemudian trayek pulau Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta) dialihkan ke Terminal Kampung Rambutan. Sedangkan untuk trayek pulau Bali dan Nusa Tenggara berpindah ke Terminal Pulogadung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Megapolitan
Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

Megapolitan
Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Bukan Asli Betawi, 'Lu', 'Gue', 'Cincong' Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Bukan Asli Betawi, "Lu", "Gue", "Cincong" Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Megapolitan
[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

Megapolitan
Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Megapolitan
Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

Megapolitan
Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X