Kompas.com - 08/01/2014, 18:16 WIB
Suasana lalu lintas kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2013). KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUSSuasana lalu lintas kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Bandara Halim Perdanakusuma dijadwalkan melayani penerbangan komersial mulai Jumat (10/1/2014). Hal ini diharapkan bisa mengurangi permasalahan penundaan keberangkatan (delay) dan over kapasitas penumpang yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno- Hatta. Namun, Air Chief Marshal (ret) Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim menilai hal tersebut bukanlah suatu solusi yang tepat sebab Bandara Halim dirancang sebagai bandara khusus untuk kegiatan militer.

"Halim didesain untuk khusus militer. Dia runway-nya cuma satu, taxy way-nya enggak ada, apron sebagai tempat naik-turun pesawat juga kecil," kata Chappy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/1/2014).

Selain itu, akses menuju bandara juga tidak luas. Menurut Chappy, sangat tidak layak menampung kemungkinan lalu lintas kendaraan yang tinggi menuju ke bandara. Hal itu dikarenakan jalan menuju Halim itu sempit.

Chappy memaparkan, akan banyak yang dikorbankan jika tetap memfungsikan Halim sebagai bandara komersial. Di antaranya sebagai pangkalan militer, di sana merupakan tempat latihan sekolah penerbang serta personel TNI AU dan AL untuk berlatih atraksi terjun payung. Jika telah dijadikan bandara komersial, maka sekolah penerbangan pun terpaksa tersingkir.

"Yang seharusnya untuk latihan, tapi sekarang disuruh minggir untuk tumpahan penumpang," kata Chappy.

Selain itu, menurutnya, Halim bukanlah bandara biasa, tetapi subsystem dari sistem pertahanan nasional. Di sana ada Markas Besar Komando Pertahanan Udara Nasional, Skuadron Udara, Skuadron Teknik Pemeliharaan Pesawat, Batalion Tempur Korps Paskhasau, serta menjadi tempat penerbangan khusus seperti penerbangan tamu negara dan VVIP atau penerbangan tanggap bencana nasional. Maka, menurutnya, pengalihan fungsi Bandara Halim akan memengaruhi pertahanan nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Megapolitan
Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Megapolitan
Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.