Kompas.com - 13/01/2014, 13:18 WIB
Pratus Supriyadi anggota Marinir Cilandak bersama seorang petugas Satpol PP menggotong korban yang jatuh sakit akibat banjir. Senin (13/1/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusPratus Supriyadi anggota Marinir Cilandak bersama seorang petugas Satpol PP menggotong korban yang jatuh sakit akibat banjir. Senin (13/1/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang anak yang belum diketahui namanya dievakuasi dari Bukit Duri, Kecamatan Tebet, karena sakit. Remaja putri ini digotong anggota Marinir Cilandak, Pratu Supriyadi, dibantu petugas Satpol PP dan orangtua korban untuk mendapatkan perawatan.

Remaja putri itu awalnya digotong dalam kondisi menggigil menuju posko kesehatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur di Jalan Jatinegara Barat. Korban dievakuasi dari rumahnya di Bukit Duri menggunakan perahu karet oleh petugas penyelamat.

Pratu Supriyadi mengatakan, remaja itu bertahan bersama keluarga di lantai dua rumah yang banjir. Namun, korban mengalami kedinginan yang diduga akibat sakit demam.

"Dari semalam tinggal di lantai atas. Kedinginan sudah berbaring saja," kata Pratu Supriyadi kepada Kompas.com, Senin (13/1/2014).

Supriyadi melanjutkan, di lantai atas rumah korban ada tiga orang, yakni remaja putri itu dan kedua orangtuanya. Korban diketahui sebagai warga RT 6 RW 12 Bukit Duri.

Supriyadi membopong remaja tersebut dengan ditemani keluarga korban menuju Puskesmas Jatinegara. Camat Jatinegara Syofian Taher mengatakan, warga Bukit Duri juga termasuk korban yang dievakuasi ke wilayah timur.

"Warga Bukit Duri juga dibawa ke sini," ujar Syofian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun di posko Sudin Kesehatan Jakata Timur, lanjutnya, terdapat 600 jiwa pengungsi, dengan mayoritas dari Kampung Pulo, sedangkan sisanya warga Bukit Duri. Sementara ini, bantuan kesehatan terus diberikan kepada korban.

"Kalau ada yang sakit agak parah di bawa ke puskesmas. Kalau ada yang parah lagi di bawa ke Rumah Sakit Budi Asih," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rachel Vennya Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini

Rachel Vennya Akan Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Megapolitan
Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

Megapolitan
Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Megapolitan
Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.