Kompas.com - 14/01/2014, 12:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjalan kaki menuju Pintu Air Karet, Petamburan, Jakarta Pusat. Minggu (12/1/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusGubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjalan kaki menuju Pintu Air Karet, Petamburan, Jakarta Pusat. Minggu (12/1/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Amblasnya Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, direspons cepat oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Tak peduli jalan itu di bawah wewenang Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jokowi menegaskan akan memperbaikinya.

"Ini sebenarnya (di bawah wewenangnya) Kemen PU. Tapi kita ini ingin masalahnya cepat selesai," ujarnya saat meninjau lokasi amblasnya jalan tersebut, Selasa (14/1/2014) siang.

Siang ini ia akan langsung menjalin komunikasi dengan Kemen PU terkait perbaikan tersebut. Ia juga telah mengomunikasikannya dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudy Siahaan melalui sambungan telepon langsung dari lokasi amblasnya jalanan.

Kepada Manggas, Jokowi memerintahkan untuk meninggikan Jalan TB Simatupang, tepatnya di lokasi yang amblas dan melebarkan gorong-gorong yang ada di bawah agar air tak meluap ke jalan.

"Memang gorong-gorongnya kurang gede, jadi digedein. Jalannya juga memang harus ditinggikan. Harus cepat dimulailah," ujarnya.

Soal sumber pendanaan, Jokowi menegaskan tidak masalah jika menggunakan APBD 2014. Menurut Jokowi, dalam Rancangan APBD 2014 ada pos anggaran perbaikan gorong-gorong dan peninggian jalan. Tak masalah, kata Jokowi, jika dana itu dialihkan. Hanya, Rancangan APBD 2014 hingga kini belum disahkan oleh DPRD DKI.

"Kasih saya waktu satu dua jam buat komunikasikan ini dengan Kemen PU. Karena itu kan jalan punya Kemen PU," ujar Jokowi.

Jalan TB Simatupang, tepatnya di seberang utara Gedung Nestle, amblas 50 sentimeter karena hujan yang melanda Jakarta pada Minggu hingga Senin malam lalu. Puing-puing reruntuhan menutupi gorong-gorong di bawah.

Aliran air dari permukiman di Kebagusan pun tak dapat mengalir ke Kali Baru. Air meluap di Jalan serta menutup arus lalu lintas. Kini, kendaraan yang mengarah dari Pasar Rebo menuju Pondok Indah dialihkan melalui Tol TB Simatupang dan jalan permukiman akibat banjir di jalan. Sedangkan bagi kendaraan yang melintas di sisi seberang hanya diberlakukan satu jalur sehingga macet.

Fajri (32), salah satu pekerja Dinas PU, mengatakan, sebanyak 15 pekerja diturunkan dalam perbaikan tersebut. Kini petugas fokus membersihkan aliran gorong-gorong dari reruntuhan jalan. "Tapi kita takut amblas lagi. Soalnya banyak mobil yang masih bisa lewat," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Monyet Masuk ke Perumahan Mewah di Ancol, Seorang ART Dicakar hingga Berdarah

Monyet Masuk ke Perumahan Mewah di Ancol, Seorang ART Dicakar hingga Berdarah

Megapolitan
Sempat Tutup karena Kasus Covid-19, 3 Sekolah Ini Kembali Gelar PTM 100 Persen

Sempat Tutup karena Kasus Covid-19, 3 Sekolah Ini Kembali Gelar PTM 100 Persen

Megapolitan
Munarman Pertanyakan Maklumat FPI yang Buat Dirinya Dituduh Teroris dan Dipenjara

Munarman Pertanyakan Maklumat FPI yang Buat Dirinya Dituduh Teroris dan Dipenjara

Megapolitan
Jalan di Bawah Stasiun MRT Blok A Berlubang, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Jalan di Bawah Stasiun MRT Blok A Berlubang, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.535 orang

UPDATE 17 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.535 orang

Megapolitan
Baru Bebas dari Penjara, Dua Kurir 25 Kilogram Sabu Ditangkap Lagi di Legok Tangerang

Baru Bebas dari Penjara, Dua Kurir 25 Kilogram Sabu Ditangkap Lagi di Legok Tangerang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Sebut Keluarga Ingin Fico Fachriza Direhabilitasi atas Penyalahgunaan Narkoba

Polda Metro Jaya Sebut Keluarga Ingin Fico Fachriza Direhabilitasi atas Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Disebut Tertular dari Klaster Keluarga

Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Disebut Tertular dari Klaster Keluarga

Megapolitan
Bersikeras Gelar PTM 100 Persen di Tengah Lonjakan Covid-19, Disdik Tangerang: Ini Instruksi 4 Menteri

Bersikeras Gelar PTM 100 Persen di Tengah Lonjakan Covid-19, Disdik Tangerang: Ini Instruksi 4 Menteri

Megapolitan
Rahmat Effendi Sudah 2 Minggu Ditahan KPK, Kuasa Hukum: Kondisinya Baik-baik Saja

Rahmat Effendi Sudah 2 Minggu Ditahan KPK, Kuasa Hukum: Kondisinya Baik-baik Saja

Megapolitan
Wagub DKI Ungkap Penyebab Krisis Air Bersih di Jakarta Utara

Wagub DKI Ungkap Penyebab Krisis Air Bersih di Jakarta Utara

Megapolitan
Stiker Belum Lunasi Pajak Ditempel di Bioskop XXI, Manajemen: Kewajiban Pengelola Gedung

Stiker Belum Lunasi Pajak Ditempel di Bioskop XXI, Manajemen: Kewajiban Pengelola Gedung

Megapolitan
Apindo Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP, Wagub DKI: Kami Hormati

Apindo Gugat Anies ke PTUN Terkait Kenaikan UMP, Wagub DKI: Kami Hormati

Megapolitan
Tak Hanya Apindo, Anies Juga Digugat 2 Perusahaan Terkait UMP DKI

Tak Hanya Apindo, Anies Juga Digugat 2 Perusahaan Terkait UMP DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.