Jokowi Dorong Pembangunan Sodetan Ciliwung-Cisadane

Kompas.com - 15/01/2014, 14:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa (14/1/2014), meninjau kondisi ruas Jalan TB Simatupang yang ambles sedalam 50 cm pada Senin sehari sebelumnya. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa (14/1/2014), meninjau kondisi ruas Jalan TB Simatupang yang ambles sedalam 50 cm pada Senin sehari sebelumnya.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendorong pelaksanaan pembangunan sodetan antaran Sungai Ciliwung ruas Bogor, Jawa Barat, dan Sungai Cisadane, Tangerang, Banten. Di sela-sela blusukan pada Rabu (15/1/2014) siang, Jokowi mengatakan bahwa sungai-sungai di Jakarta menanggung beban air berlebih dari area hulu. Oleh sebab itu, beban harus dikurangi.

"Sodetan Katulampa ke Cisadane ini sudah ada perencanaannya, harusnya dieksekusi dan dipercepat pembangunannya," kata Jokowi.

Ia mengatakan, saat ini beban air dari hulu ke Jakarta telah dalam proses pembagian. Di antaranya melalui pembangunan waduk di Ciawi dan sodetan antara Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT). Jokowi yakin bahwa dengan sistem kanalisasi aliran air sungai tersebut, persoalan banjir tahunan di Jakarta dapat diatasi.

"Kita rencana mau ketemu dulu sama Kementerian Pekerjaan Umum. Apakah (pembangunan sodetan) bisa dipercepat dan bisa kita eksekusi," ujarnya.

Kendati demikian, Jokowi tidak terlalu banyak berharap idenya ini dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat. Hal itu menyangkut perencanaan teknis sekaligus penganggarannya. "Namanya menyiapkan infrastruktur itu perlu waktu. Setahun, dua tahun, tiga tahun. Kalau ngeruk-ngeruk aja, mungkin bisa sih hanya setahun. Tapi yang penting rencana dilakukan," kata Jokowi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Kontrakan yang Menewaskan Anak di Tangsel Sudah Dua kali Terjadi

Kebakaran Kontrakan yang Menewaskan Anak di Tangsel Sudah Dua kali Terjadi

Megapolitan
Polisi Ungkap Sindikat Rekondisi Smartphone di Sebuah Ruko

Polisi Ungkap Sindikat Rekondisi Smartphone di Sebuah Ruko

Megapolitan
Cegah Bunuh Diri dengan Nomor Darurat Berikut Ini

Cegah Bunuh Diri dengan Nomor Darurat Berikut Ini

Megapolitan
Jalan Berbayar Diterapkan 2021, Pemprov DKI Susun Perda soal ERP

Jalan Berbayar Diterapkan 2021, Pemprov DKI Susun Perda soal ERP

Megapolitan
BPTJ Masih Berdebat dengan Dishub Bekasi soal Rencana ERP di Kalimalang 2020

BPTJ Masih Berdebat dengan Dishub Bekasi soal Rencana ERP di Kalimalang 2020

Megapolitan
Pemkot Jakut Tawarkan Rusun untuk Korban Penggusuran Sunter, Tapi Tak Ada yang Minat

Pemkot Jakut Tawarkan Rusun untuk Korban Penggusuran Sunter, Tapi Tak Ada yang Minat

Megapolitan
Bertahan Setelah Penggusuran, Warga Sunter Agung Bangun Gubuk Kayu di Sekitar Lokasi

Bertahan Setelah Penggusuran, Warga Sunter Agung Bangun Gubuk Kayu di Sekitar Lokasi

Megapolitan
Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat Sudah Empat Kali Beraksi

Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat Sudah Empat Kali Beraksi

Megapolitan
Polisi Tahan Pengemudi Mabuk yang Tabrak Pengendara Skuter Listrik hingga Tewas

Polisi Tahan Pengemudi Mabuk yang Tabrak Pengendara Skuter Listrik hingga Tewas

Megapolitan
Siswi yang Menjadi Korban Penyiraman Cairan Kimia Sudah Kembali Bersekolah

Siswi yang Menjadi Korban Penyiraman Cairan Kimia Sudah Kembali Bersekolah

Megapolitan
Nasib Menunggu Mati, Becak di Kota Benteng

Nasib Menunggu Mati, Becak di Kota Benteng

Megapolitan
Kalimalang Kena ERP 2020, Dishub Kota Bekasi: 'Pemaksaan' Tanpa Solusi

Kalimalang Kena ERP 2020, Dishub Kota Bekasi: "Pemaksaan" Tanpa Solusi

Megapolitan
Pembunuhan Pemuda di Cengkareng, Polisi Tangkap 6 Orang, 2 Masih Buron

Pembunuhan Pemuda di Cengkareng, Polisi Tangkap 6 Orang, 2 Masih Buron

Megapolitan
Dipasung Bapaknya, Anak Tewas Terjebak Kebakaran di Tangsel

Dipasung Bapaknya, Anak Tewas Terjebak Kebakaran di Tangsel

Megapolitan
Langgar Peraturan, Ini Sanksi Pengendara GrabWheels

Langgar Peraturan, Ini Sanksi Pengendara GrabWheels

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X