Saluran Penyebab Banjir Jalan TB Simatupang akan Dibongkar

Kompas.com - 15/01/2014, 15:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa (14/1/2014), meninjau kondisi ruas Jalan TB Simatupang yang ambles sedalam 50 cm pada Senin sehari sebelumnya. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa (14/1/2014), meninjau kondisi ruas Jalan TB Simatupang yang ambles sedalam 50 cm pada Senin sehari sebelumnya.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ambruk dan mengecilnya saluran air yang berada di kolong Jalan Raya TB Simatupang dan Tol Dalam Kota, menjadi sumber utama terjadinya banjir di wilayah Kebagusan dan Jalan Raya TB Simatupang. Pemprov DKI Jakarta akan segera membongkar dan membangun ulang saluran air tersebut.

Lurah Kebagusan Soehanto Hardjono mengatakan, seiring tingginya curah hujan serta bertambahnya debit air Sungai Baung yang melintasi wilayah Selatan dan Timur Kebagusan, aliran air menjadi tersumbat dan meluap hingga menggenangi lebih dari lima RT di RW 01 Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Selain itu, tidak lancarnya aliran air menyebabkan akses Jalan Raya TB Simatupang terputus akibat tergenang air hingga mencapai ketinggian sekitar 120 cm.

Mengatasi permasalahan tersebut, ungkap Soehanto, perbaikan gorong-gorong yang berada di depan Plaza Oleos tersebut akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam waktu dekat. Perbaikan tersebut berupa pembongkaran total dan pembangunan ulang saluran air, yakni dari semula hanya satu gorong-gorong berdiameter sekitar empat meter menjadi dua hingga tiga gorong-gorong dengan ukuran sama.

"Pak Jokowi sudah tinjau langsung dan perintahkan untuk membongkar secara keseluruhan gorong-gorong itu, soalnya kondisinya sekarang amblas. Akibatnya, selain saluran air jadi sempit, sampah juga tersumbat sampai akhirnya air meluap ke jalan," jelasnya kepada Warta Kota saat meninjau lokasi, Rabu (15/01/2014).

Menurutnya, pembangunan saluran air tersebut akan dilakukan secara bertahap, yakni mulai pada sisi Jalan Raya TB Simatupang dari arah Lebak Bulus menuju Pasar Rebo dan dilanjutkan pada sisi sebaliknya.

"Dinas PU bilang pengerjaannya bisa selesai dalam satu minggu, selama pembangunan Jalan TB Simatupang ini akan ditutup seluruhnya, kendaraan dari arah Lebak Bulus menuju Pasar Rebo akan lewat Tol. Sebaliknya pada pengerjaan sisi sebelahnya juga begitu," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

[POPULER JABODETABEK] Banjir Jakarta Tak Semanis Klaim Anies | Nasib Ayu Thalia yang Kini Jadi Tersangka

Megapolitan
Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Temukan Puluhan Kilogram Kulit Kabel di Kemayoran, Petugas Binamarga: Kayak Zaman Ahok Dulu

Megapolitan
Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Sekretaris Camat Benda: Kata Warga, Sebelum Ada Tol JORR II, Banjir Tidak Separah Ini

Megapolitan
Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Situasi Wisma Atlet Makin Parah, Ruang Isolasi hingga Nakes Ditambah

Megapolitan
Viral 'Kampung Mati' Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Viral "Kampung Mati" Di Bantargebang Kota Bekasi, Seperti Ini Faktanya

Megapolitan
Kronologi Mahasiswi UI Tertabrak KRL di Pondok Cina, Tak Respons Saat Dilarang Menyeberang

Kronologi Mahasiswi UI Tertabrak KRL di Pondok Cina, Tak Respons Saat Dilarang Menyeberang

Megapolitan
Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.