Jokowi Hidupkan Lagi Ide Sodetan Cisadane, Mungkinkah Segera Terealisasi?

Kompas.com - 16/01/2014, 07:07 WIB
Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO AGUS SUSANTOLuapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Beragam cara diupayakan untuk mengantisipasi ancaman rutin banjir di Jakarta. Salah satunya adalah upaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghidupkan kembali ide sodetan antara Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane di wilayah Bogor, Jawa Barat. Apakah memungkinkan?

Kepala Hubungan Masyarakat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Putu Wirawan, mengatakan ide sodetan Ciliwung-Cisadane pertama kali muncul pada 2000. Lokasi sodetan berada 200 meter setelah Pintu Air Katulampa, dari arah Bogor. Sayangnya, kata Putu, ide itu mendapat penolakan warga Tangerang, Banten.

"Menurut warga di Tangerang, sodetan sama saja memindahkan banjir dari Jakarta ke Tangerang," tutur Putu. Penolakan itu, kata dia, adalah penyebab ide tersebut tak terealisasi sampai sekarang.

Menurut Putu, semua proyek di Sungai Ciliwung akan punya imbas besar bagi penanggulangan banjir di Jakarta. Bagaimanapun, ujar dia, penyebab banjir di Ibu Kota adalah debit air yang mendadak meningkat dan atau berlebihan di sungai-sungai yang melintasi Jakarta. Pada saat bersamaan, kata dia, di wilayah Tangerang terjadi krisis air baku.

Putu berpendapat sodetan Ciliwung-Cisadane sebenarnya bisa sekaligus menjadi solusi permasalahan kedua wilayah. Pada satu sisi mengurangi volume air di sungai-sungai di Jakarta, sekaligus akan menambah pasokan air baku ke Tangerang.

Kendati demikian, kata Putu, BBWS Ciliwung-Cisadane tak menjadikan ide sodetan Ciliwung-Cisadane itu sebagai prioritas. Saat ini fokus mereka masih terarah ke sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur yang sedang digarap sekarang. "Kami kaji terlebih dahulu, apakah sodetan Ciliwung-KBT efektif memecah debit air Ciliwung. Jika tidak, saya rasa memungkinkan proyek Ciliwung-Cisadane dihidupkan kembali," kata Putu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi memunculkan kembali ide pembangunan proyek sodetan Ciliwung-Cisadane Bogor, Jawa Barat. Menurut Jokowi, sungai-sungai di Jakarta menanggung beban air yang berlebih dari hulu sehingga harus dikurangi. "Sodetan Katulampa ke Cisadane ini sudah ada perencanaannya. Harusnya dieksekusi dan dipercepat pembangunannya," kata Jokowi.

Untuk itu, kata Jokowi, dalam waktu dekat akan dia lakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait sodetan tersebut. Namun, Jokowi pun tak terlalu berharap idenya bisa segera direalisasikan pemerintah pusat karena terkait pula dengan perencanaan teknis dan anggaran.

Seperti diketahui, Sungai Ciliwung dan Cisadane sama-sama memiliki mata air di daerah Bogor, Jawa Barat. Namun, aliran dua sungai tersebut berbeda. Jika Ciliwung mengalir dari Bogor, melintasi Depok, dan berakhir di Jakarta, maka Cisadane mengalir dengan akhir perjalanan di Tangerang.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

Megapolitan
Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Megapolitan
Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Megapolitan
Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Megapolitan
Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Megapolitan
Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Megapolitan
Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Megapolitan
Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Megapolitan
Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Megapolitan
Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Megapolitan
[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

Megapolitan
Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Megapolitan
Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Megapolitan
Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X