Kompas.com - 16/01/2014, 16:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjajal bus tingkat wisata, Kamis (16/1/2014). Fabian Januarius KuwadoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjajal bus tingkat wisata, Kamis (16/1/2014).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi salah satu penumpang lima bus tingkat wisata yang resmi diluncurkan pada Kamis (16/1/2014) siang. Seusai berkeliling, Jokowi mengatakan ada perasaan berbeda ketika naik bus tingkat menyusuri jalan di Ibu Kota. "Rasanya kayak di London, he-he-he..." ujar Jokowi di dalam bus.

Perasaan tersebut, kata Jokowi, senada dengan cita-citanya mengadakan bus yang dikhususkan bagi wisatawan mancanegara tersebut. Ia ingin wisatawan dapat mengenal Ibu Kota dengan cara yang berbeda layaknya kota wisata dunia lain. "Kita ingin memberikan fasilitas yang baru untuk turis," kata Jokowi.

Bus berwarna dominan ungu dengan corak gambar Tugu Monas, ondel- ondel, dan sejumlah ikon Jakarta itu memiliki kabin cukup nyaman. Dengan tinggi 4,2 meter, lebar 2,5 meter, dan panjang 11,8 meter, bus tersebut dapat mengangkut 20 orang di kabin bawah dan 40 di kabin atas.

Atas pertimbangan cuaca dan polusi di Jakarta, bus yang beroperasi dari pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB tersebut sengaja ditutup seluruhnya dan dilengkapi dengan AC. Namun, kaca-kaca di bagian samping bus didesain lebar sehingga penumpang dapat leluasa melihat sekelilingnya.

Ruangan kabin atas maupun bawah cukup lebar. Tempat duduk penumpang di kawin bawah saling berhadap-hadapan. Adapun kursi di kabin atas terbagi menjadi dua, masing-masing dua kursi. Ada sebuah televisi layar 10 inci di depan deretan kursi. Langit-langit bus dilengkapi dengan panoramic roof sehingga penumpang dapat melihat pemandangan di atas.

Pemprov DKI berencana mengadakan 15 bus tingkat sejenis sepanjang tahun ini. Total anggaran pengadaan bus itu sebesar Rp 17 miliar. Jokowi juga akan memanfaatkan dana corporate social responsibility untuk pengadaan bus tingkat wisata baru.

"Naiknya gratis, tapi pakai tiket. Tiketnya disiapkan di bandara, di hotel. Teknisnya ya datang ke situ, terus ambil tiketnya saja," ujar Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jokowi sempat mencoba bus tersebut. Dengan kecepatan rendah, bus yang ditumpangi Jokowi dan empat bus di belakangnya menempuh rute Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin-Jalan Merdeka Selatan-Jalan Gajah Mada-berputar di belakang Istana Negara serta kembali lagi ke Jalan Merdeka Selatan-berakhir di Balaikota Jalan Merdeka Selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Megapolitan
2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.