Kompas.com - 16/01/2014, 16:56 WIB
Lima unit bus tingkat wisat siap beroperasional di Jakarta. Lima bus wisata itu telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, pada Senin (13/1/2014) malam. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaLima unit bus tingkat wisat siap beroperasional di Jakarta. Lima bus wisata itu telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, pada Senin (13/1/2014) malam.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian warga Jakarta sudah tidak sabar ingin menikmati bus tingkat wisata yang sudah didatangkan khusus dari China. Warga mengaku penasaran dengan bus untuk memenuhi kebutuhan turis domestik dan mancanegara.

(24) warga Tebet, Jakarta Selatan, tersebut mengaku penasaran dan ingin menikmati bus tingkat wisata tersebut. Namun, karena baru lima bus yang didatangkan, dia tidak mau terlalu memaksakan diri untuk dapat menikmati bus wisata seperti di negara Eropa itu dalam waktu dekat.

"Mau banget naik, tapi karena cuman baru lima bus pasti bakalan antre banget. Jadi kayaknya nanti-nanti saja. Terus kalau misal naik bus wisata, naiknya juga harus di atas," ujar Alfi kepada Kompas.com, Kamis (16/1/2014).

Alfi menambahkan, tujuan wisata yang akan ia tuju menggunakan bus wisata adalah ke Museum Bahari Jakarta Utara. Dia penasaran dengan museum yang tidak terekspos itu.

Indah Mutiara Kami, warga Cinere, Jakarta Selatan, juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku ingin segera mencoba bus tersebut bila sudah mulai beroperasi. "Soalnya di negara-negara lain kayaknya sudah punya bus tingkat, Jakarta baru sekarang," cetusnya.

Ia pun akan menggunakan fasilitas bus tingkat wisata untuk keliling semua lokasi wisata di Jakarta. Walaupun dirinya merupakan orang Jakarta, Tiara mengaku belum pernah juga keliling semua lokasi wisata di Jakarta.

"Kalau ada fasilitasnya kan lebih gampang tuh, pengennya nanti ke Museum Tekstil dan museum-Museum lain," ujar Tiara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara Rafei (25), warga Cilincing, justru menganggap bus tingkat Wisata hanya akan menambah kemacetan di Jakarta. Hal yang sama juga diungkapkan Arisa Siwi (22). Selain hanya akan menambah kemacetan, Arisa menganggap tidak ada yang menarik dari bus tingkat tersebut, karena sama saja seperti bus lainnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Megapolitan
Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Megapolitan
Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Megapolitan
Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Megapolitan
Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Megapolitan
Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Megapolitan
Pemkot Bekasi Kucurkan Dana Rp 2,1 Miliar untuk Atlet Peraih Medali PON XX Papua

Pemkot Bekasi Kucurkan Dana Rp 2,1 Miliar untuk Atlet Peraih Medali PON XX Papua

Megapolitan
Profil Ahmad Sahroni, 'Crazy Rich' Tanjung Priok yang Ditunjuk Anies Jadi Ketua Pelaksana Formula E

Profil Ahmad Sahroni, "Crazy Rich" Tanjung Priok yang Ditunjuk Anies Jadi Ketua Pelaksana Formula E

Megapolitan
Penembak di Exit Tol Bintaro adalah Polantas, Berawal Laporan Warga yang Merasa Dibuntuti

Penembak di Exit Tol Bintaro adalah Polantas, Berawal Laporan Warga yang Merasa Dibuntuti

Megapolitan
Pengelola Hotel dan Mal di Kota Tangerang Dilarang Gelar Pesta Tahun Baru 2022

Pengelola Hotel dan Mal di Kota Tangerang Dilarang Gelar Pesta Tahun Baru 2022

Megapolitan
Kronologi Penembakan Misterius di Exit Tol Bintaro, Berawal dari Warga yang Diikuti Mobil Tak Dikenal

Kronologi Penembakan Misterius di Exit Tol Bintaro, Berawal dari Warga yang Diikuti Mobil Tak Dikenal

Megapolitan
Pemkot Tangerang Terapkan PPKM Level 3 Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Berikut Peraturannya

Pemkot Tangerang Terapkan PPKM Level 3 Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Berikut Peraturannya

Megapolitan
Penembak Misterius di Tol Bintaro Ternyata Seorang Polisi Lalu Lintas

Penembak Misterius di Tol Bintaro Ternyata Seorang Polisi Lalu Lintas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.