Kompas.com - 17/01/2014, 13:17 WIB
Ruas Jalan Pulo Besar 3 di dekat stasiun pengisian bahan bakar umum nomor 34.14204, Kelurahan Sunterjaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ambles sedalam 30 meter, Jumat pagi. KOMPAS.com/DIAN FATH RISALAH EL ANSHARIRuas Jalan Pulo Besar 3 di dekat stasiun pengisian bahan bakar umum nomor 34.14204, Kelurahan Sunterjaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ambles sedalam 30 meter, Jumat pagi.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat amblesnya ruas Jalan Pulo Besar 3, Jumat (17/1/2014) pagi, sekitar 150 kepala keluarga atau 500 warga di RT 09 RW 11 Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terisolasi dan tidak dapat keluar dari permukiman. Warga tak dapat menuju ke Jalan Yos Sudarso karena satu-satunya akses tersebut putus akibat ambles sedalam 30 meter hingga sepanjang 90 meter.

Jalan selebar 4 meter itu ambles sekitar pukul 05.30 WIB. Posisinya diapit oleh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan lahan yang tengah dibangun menjadi gedung perkantoran.

Akibat kejadian itu, tiga sepeda motor milik warga terperosok ke dalam amblesan jalan dan belum dapat diangkat. Sebanyak 40 kepala keluarga yang rumahnya dekat lokasi kejadian kini diungsikan.

Salah seorang warga RT 09 RW 11 Kelurahan Sunter Jaya, Ramadhan (24), menduga amblesnya jalan tersebut sebagai dampak dari pengerjaan proyek bangunan perkantoran yang dilakukan oleh PT SGL. Ia menuturkan, sejak sepekan lalu, celah antara tembok pembatas jalan dan dinding proyek sudah mulai renggang.

"Sebelumnya memang banyak kejadian dari proyek yang mengganggu warga, seperti lampu tembaknya jatuh ke permukiman. Namun, sebelum ini tidak ada responsnya (dari pengembang)," kata Ramadhan di lokasi kejadian.

Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Muhammad Iqbal mengatakan, sementara ini jalan ambles itu diduga kuat akibat pengerjaan proyek yang dilakukan oleh PT SGL. Polisi tengah melakukan penyelidikan di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti.

Kini SPBU itu tidak bisa beroperasi. Jalan yang ambles ditutup garis polisi dan terpal. Seorang polisi berjaga-jaga agar tidak ada warga yang mendekati lokasi tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Megapolitan
197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

Megapolitan
Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.