Evaluasi Infrastruktur Jalan

Kompas.com - 18/01/2014, 08:27 WIB
Perbaikan gorong-gorong yang ambles di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, terkendala kabel listrik bertegangan tinggi, Kamis (16/1/2014). WARTA KOTA/DWI RIZKIPerbaikan gorong-gorong yang ambles di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, terkendala kabel listrik bertegangan tinggi, Kamis (16/1/2014).
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — 
Belajar dari kasus amblesnya Jalan TB Simatupang, Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi jaringan infrastruktur jalan raya. Sarana kelengkapan jalan yang tidak memadai sangat merugikan publik sebagai penggunanya, salah satunya karena kacaunya keberadaan beragam utilitas di sekitar jaringan jalan.

Kabel telekomunikasi, air, listrik, dan fiber optik sering menjadi pemicu kerusakan jalan lebih cepat. Kepala Dinas Pekerjaan umum DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan mengatakan, kerusakan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, disebabkan sarana pendukung jalan kurang memadai.

”Kondisi gorong-gorong memang tidak layak untuk jalan sekelas Simatupang. Sementara gorong-gorong yang sudah sempit itu dipakai untuk jaringan utilitas. Akibatnya, kapasitas gorong-gorong menjadi berkurang. Sampah tersangkut sehingga aliran air terhambat kemudian gorong-gorong jebol saat banjir,” kata Rudy, Jumat (17/1/2014), di Jakarta.

Tahun ini, kata Rudy, Pemprov DKI Jakarta mulai mengembangkan jaringan utilitas khusus. Tahap awal pembangunan dilakukan di kawasan Kuningan. ”Dengan cara ini, kami harapkan bisa mendukung kualitas jalan yang ada. Jangan sampai peristiwa di TB Simatupang terulang,” kata Rudy.

Masih banyak ruas jalan yang belum memiliki sarana kelengkapan jalan memadai. Selain jaringan utilitas, ruas jalan juga perlu didukung drainase di kedua sisi jalan. ”Seharusnya pemasangan jaringan utilitas di dalam tanah minimal 1,3 meter. Kenyataannya, hampir semua kurang dari angka itu. Kami minta semua lurah dan camat melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui pelanggaran pemasangan jaringan utilitas,” kata Rudy.

Macet parah

Hingga Jumat, kemacetan parah masih terjadi di Jalan TB Simatupang, tepatnya di sekitar Graha Simatupang dan Gedung Oleos. Di lokasi tersebut, Senin (13/1), sebagian ruas jalannya ambles karena gorong-gorong tak mampu menahan derasnya aliran Kali Sarua menuju Kali Mampang.

Potongan ruas jalan yang ambles disingkirkan dengan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum. Akibatnya, lokasi itu kini benar-benar berubah menjadi aliran sungai. Jalan ditutup total, tak satu pun kendaraan bermotor bisa lewat. Pejalan kaki pun kesusahan melewatinya.

”Agak takut juga waktu menyeberang, tetapi mau lewat mana lagi. Memang jadi susah saya karena jalan ambels ini,” kata Yani (27). Yani naik angkutan umum dari rumahnya di dekat Lebak Bulus menuju kantornya dekat Graha Simatupang. Ia terpaksa berhenti beberapa puluh meter dari jalan ambles karena sopir angkot harus berputar melalui jalur alternatif. Begitu turun dari angkot, ia berjalan kaki dan meniti tepian jalan melintasi ruas yang kini jadi sungai kecil.

Elyas, sopir bus umum jurusan Lebak Bulus-Pasar Minggu-Blok M, mengaku amat terganggu gara-gara jalan ambles ini. ”Setiap hari, Jalan TB Simatupang ini selalu macet. Ditambah lagi ada jalan ambles ini. Parah banget, bisa dua jam hanya dari Lebak Bulus ke sini saja,” katanya.

Kepala Kepolisian Sektor Metro Pasar Minggu Komisaris Adri Desa Furyanto dalam beberapa hari terakhir turut siaga menjaga keamanan di kawasan jalan ambles. ”Personel kami diturunkan di lapangan untuk ikut mengatur lalu lintas. Ini dilakukan seterusnya sampai jalan tersebut bisa aman dilalui kembali,” katanya.    

Untuk memperlancar arus lalu lintas di Jalan TB Simatupang, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan Kementerian Pekerjaan Umum melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan itu. Pengaturan lalu lintas tersebut dilakukan dengan memberlakukan sistem satu arah di Jalan Jati Padang, mulai dari Jalan TB Simatupang sampai Jalan Ragunan.

Kendaraan dari arah barat ke arah timur (Kampung Rambutan) disarankan melalui Jalan TB Simatupang di sodetan jalan tol dan kembali ke jalan arteri Simatupang. Sementara lalu lintas dari arah Pasar Minggu ke Kampung Rambutan disarankan melalui Jalan Ragunan-Jalan Pasar Minggu-Jalan Tanjung Barat dan seterusnya.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontroversi Pernyataan Sekda DKI soal Banjir Dinikmati, Dinilai Tak Punya Empati hingga Tutupi Kesalahan Anies

Kontroversi Pernyataan Sekda DKI soal Banjir Dinikmati, Dinilai Tak Punya Empati hingga Tutupi Kesalahan Anies

Megapolitan
Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Megapolitan
Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X