Ada Spanduk "Jokowi Capres Banjir", Jokowi Tak Peduli

Kompas.com - 21/01/2014, 19:43 WIB
Foto spanduk bertuliskan TWITTERFoto spanduk bertuliskan "Jokowi Capres Banjir" diunggah melalui akun Twitter @Yuddihermawan pada 16 Januari 2014.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Spanduk bertuliskan "Jokowi Capres Banjir" terpasang di sejumlah lokasi banjir Ibu Kota. Tidak diketahui siapa pemasang spanduk itu, dari mana mereka, dan apa tujuan pemasangannya.

Ditanya tentang keberadaan spanduk tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan belum pernah melihat spanduk itu. Oleh sebab itu, dia tidak mengetahui siapa yang memasang dan apa maksud spanduk itu.

"Saya mah urusan kerja saja, ndak copras-capres," kata Jokowi ketika hendak bertolak dari Balaikota Jakarta ke rumah dinasnya, Selasa (21/1/2014).

Apakah Jokowi merasa tersindir dengan tulisan dalam spanduk tersebut? Jokowi kembali menjawab bahwa ia tidak mau ambil pusing dengan hal-hal semacam itu.

"Terserah mau nyindir, mau ngejek, mau maki, saya enggak mau ngurusin. Urusannya konsentrasi di hujan dan banjir," kata dia.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso juga tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Namun, saat dia mendapatkan laporan soal spanduk, dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencabut spanduk-spanduk tersebut.

Akun Twitter @Yuddihermawan menyebutkan, spanduk tersebut terpasang di pertigaan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Foto itu diunggah pada 16 Januari 2014.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah yang Ditemukan di Pulau Sangiang Belum Dipastikan Warga China

Jenazah yang Ditemukan di Pulau Sangiang Belum Dipastikan Warga China

Megapolitan
MRT Jakarta Hadirkan Anjing Pelacak di Stasiun untuk Lacak Benda-Benda Mencurigakan

MRT Jakarta Hadirkan Anjing Pelacak di Stasiun untuk Lacak Benda-Benda Mencurigakan

Megapolitan
Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Megapolitan
PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

Megapolitan
RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

Megapolitan
Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Megapolitan
PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

Megapolitan
DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

Megapolitan
Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Megapolitan
Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Megapolitan
WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

Megapolitan
Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Megapolitan
Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X