Kompas.com - 23/01/2014, 14:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau pengerjaan sumur resapan dalam di depan kediaman dinasnya, Jalan Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat. Fabian Januarius KuwadoGubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau pengerjaan sumur resapan dalam di depan kediaman dinasnya, Jalan Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembuatan sumur resapan air di Jakarta dinilai belum banyak melibatkan peran serta masyarakat. Padahal, sumur resapan menjadi penting untuk menyimpan ketersediaan air di dalam tanah, juga untuk mengatasi masalah banjir.

Peneliti Limnologi LIPI M Fakhrudin mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Joko Widodo sudah baik untuk memulai program membuat sumur resapan di berbagai wilayah. Namun, jumlahnya dinilai masih terlalu minim, sehingga perlu ditambah dengan keteribatan masyarakat.

"Bagus, hanya kurang banyak. Warga harusnya juga dilibatkan," kata Fakhrudin, dalam jumpa pers dengan tema "Skenario Mengatasi Banjir Jakarta", di gedung LIPI, Jakarta, Kamis (23/1/2014).

Salah satunya, yakni mengajak warga agar membuat sumur resapan di tiap rumah mereka masing-masing. Warga bisa membuat sumur resapan tergantung kapasitas ruang di rumah mereka.

Idealnya, sumur resapan bisa dibuat dengan menggali lubang selebar 0,6 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Fakhrudin melanjutkan, tidak hanya sumur resapan yang bisa dijadikan sarana untuk menyerap air. Menjadikan halaman rumah hijau juga berarti juga sudah membuat daerah resapan.

"Enggak perlu sumur saja. Kalau halaman agak besar, tanah yang ada rumput saja sudah bisa jadi resapan," ujar Fakhrudin.

Lalu, bagaimana mengenali halaman rumah kita yang belum memiliki area resapan air? "Indikatornya dari hujan turun, kalau air itu mengalir keluar, berarti tidak ada resapan," ujar Fakhrudin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun menganjurkan agar program membuat sumur resapan bisa dilombakan di suatu kampung. Atau, dengan cara mengadakan lomba bagi kampung hijau dan lainnya. Ia menilai wilayah Jakarta masih kurang daerah sebagai tempat penyerapan airnya. "Lebih besar penyerapan air dari pada pengisiannya," ujarnya.

Partisipasi masyarakat dinilai perlu untuk membantu pemerintah. Namun, sejauh ini ia melihat hal itu masih belum banyak dilakukan. "Partisipasi masif dari masyarakat. Karena seharusnya pemerintah sudah buat apa, masyarakat juga mesti berbuat sesuatu," ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Tak Ditahan Polisi

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Tak Ditahan Polisi

Megapolitan
Gas Bocor, 4 Kios di Duren Sawit Hangus Terbakar

Gas Bocor, 4 Kios di Duren Sawit Hangus Terbakar

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Diduga Alami Demensia

Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Diduga Alami Demensia

Megapolitan
Diduga Lecehkan Agama, Pria di Bekasi Diamankan Polisi

Diduga Lecehkan Agama, Pria di Bekasi Diamankan Polisi

Megapolitan
Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Megapolitan
Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Megapolitan
Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Megapolitan
 Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.