Jokowi Yakin Rano Karno Setujui Sodetan Ciliwung-Cisadane

Kompas.com - 24/01/2014, 12:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (dua dari kiri) tengah berbincang dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Manggas Rudy Siahaan di Kali Sekretaris, Senin (20/1/2014). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (dua dari kiri) tengah berbincang dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Manggas Rudy Siahaan di Kali Sekretaris, Senin (20/1/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meyakini Wakil Gubernur Banten Rano Karno pada dasarnya menyetujui proyek sodetan antara Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane.

"Kita belum ketemu saja. Kalau sudah ketemu, Pak Rano, Wali Kota Tangerang, Bupati Tangerang, baru setuju," ujar Jokowi di Kantor Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2014).

Jokowi mengaku telah menelepon Rano secara langsung. Namun, ia tak menceritakan perbincangan melalui sambungan telepon itu. Jokowi hanya mengatakan, dia akan bertemu dengan sejumlah pimpinan daerah dalam waktu dekat.

"Secepatnyalah. Bisa besok, bisa minggu depan," lanjut Jokowi.

Jokowi menyayangkan, pada saat pertemuan sejumlah pimpinan daerah dan Kementerian PU di Katulampa, beberapa waktu yang lalu, tidak ada kepala daerah Tangerang yang ikut dalam rapat tersebut. Namun, di sisi lain, Jokowi mengaku puas atas pertemuan tersebut. Sebab, pertemuan mempercepat pembangunan dua waduk, yakni Waduk Ciawi, Bogor, dan Waduk Sukamahi, Depok, Jabar.

"Memang belum bisa memutuskan yang sodetan, tapi itu cukup menghasilkan keputusan. Dua waduk itu saja sudah cukup besar manfaatnya. Itu kan sudah belasan tahun direncanakan," ujarnya.

Rano Karno sebelumnya menyatakan menolak rencana sodetan Sungai Ciliwung ke Sungai Cisadane, yang direncanakan Joko Widodo. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah juga menegaskan menolak rencana sodetan tersebut.

"Jelas saya juga tidak setuju dengan rencana itu. Saya mendukung apa yang dikatakan Bupati dan Wali Kota Tangerang. Baik Bupati maupun Wali Kota memiliki alasan kuat untuk menolak sodetan," katanya saat meninjau titik-titik banjir di Kabupaten dan Kota Tangerang, Rabu (22/1/2014).

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X