Pemerintah Pusat Desak Jokowi Relokasi Warga Bantaran Sungai

Kompas.com - 29/01/2014, 08:18 WIB
KOMPAS/AGUS SUSANTO Hunian warga di bantaran Kali Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (19/5/2013). Bantaran kali yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau kini banyak digunakan menjadi bangunan dan buangan limbah rumah tangga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah pusat mendesak Gubernur Jakarta Joko Widodo segera merelokasi ribuan warga yang tinggal di bantaran sungai. Jika warga tak segera direlokasi, proyek normalisasi sungai yang telah di-groundbreaking medio Desember 2013 lalu, dipastikan tidak berjalan secara optimal.

Kepala Badan Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), T. Iskandar mengungkapkan, di Sungai Ciliwung misalnya, lantaran warganya belum direlokasi, normalisasi baru dilaksanakan sepanjang 150 hingga 200 meter aliran yang bebas dari perumahan warga.

"Kita sudah groundbreaking (normalisasi) 23 Desember yang lalu. Tapi masih banyak warga di bantarannya. Kita minta secepatnya direlokasi," ujarnya di Balaikota, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Iskandar mengatakan, di Sungai Ciliwung sendiri ada jalur sepanjang 19 kilometer yang akan dinormalisasi, yakni dari Tol TB. Simatupang, Jakarta Timur hingga Manggarai, Jakarta Selatan.


Namun sudah lebih dari satu bulan bekerja, pihaknya baru mengerjakan wilayah sungai yang pada sisi bantarannya tak diduduki oleh warga ilegal, yakni Sungai Ciliwung ruas Casablanka, Condet dan Manggarai.

Iskandar mengungkapkan, ruas Sungai Ciliwung yang mendesak untuk cepat dinormalisasi adalah Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur yang berseberangan dengan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Menurutnya keberadaan warga di sisi kiri serta kanan daerah aliran sungai memperburuk kondisi sungai sendiri.

Lebar aliran sungai yang seharusnya 50 meter, dipakai warga untuk tempat tinggal hingga menyisakan 20 hingga 30 meter. Lebar 15 meter ke kiri dan ke kanan sungai yang seharusnya dibangun jalan inspeksi pun berganti permukiman semi permanen warga. Namun, Iskandar mengakui, jalan inspeksi kiri dan kanan sungai Ciliwung itu hanya menggunakan lahan sepanjang 7,5 meter saja.

"Tapi saat ini kan musim hujan. Pekerjaan normalisasi dihentikan dulu sementara atas faktor keselamatan pekerja atau alat-alat berat yang kita gunakan. Yang penting sesuai target," lanjutnya.

Jokowi Mau Cepat, Tapi...

Gubernur Jakarta, Joko Widodo mengakui dirinya tidak mungkin merelokasi seluruh warga bantaran sungai pada tahun 2014 ini. Sebab, pada saat ini hanya ada tiga rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang tersedia. Yakni Cipinang Besar Selatan, Komarudin dan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

Adapun kapasitas tiga rusun itu hanya sekitar 250 hingga 300 kepala keluarga saja. Sementara, total jumlah warga yang akan direlokasi di Sungai Ciliwung, diperkirakan mencapai 7.000 KK.

Kendati demikian, Jokowi berupaya terus membangun rusunawa sebanyak-banyaknya untuk relokasi warga bantaran.

Catatan di Dinas Perumahan dan Bangunan Pemerintah Jakarta, di tahun 2014 ini akan ada pembangunan rusunawa di lima lokasi yakni 1 tower di Semper, 2 tower di Rawa Buaya, 3 tower di Jatinegara Kaum (menambahkan rusunawa yang sudah ada), 3 tower d Cipinang Besar Selatan (menambahkan rusunawa yang sudah ada) dan yang terakhir 3 tower di Jalan Aipda KS Tubun.

"Sekarang kita sudah instruksikan Wali Kota (Jakarta Timur dan Jakarta Selatan) untuk didata, mana yang masuk rusun, mana yang diganti uang. Saya sih maunya cepat, tapi gimana," ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorWisnubrata
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Empat Fakta Terbaru Kasus Rius Vernandes, Trauma hingga Penyelesaian secara Kekeluargaan

Empat Fakta Terbaru Kasus Rius Vernandes, Trauma hingga Penyelesaian secara Kekeluargaan

Megapolitan
Tanda Tanya Kasus Salah Tangkap dan Penyiksaan pada Empat Pengamen Cipulir

Tanda Tanya Kasus Salah Tangkap dan Penyiksaan pada Empat Pengamen Cipulir

Megapolitan
Anies Tunda Kepulangan dari Amerika, Ada Agenda Tambahan hingga Surati Kemendagri

Anies Tunda Kepulangan dari Amerika, Ada Agenda Tambahan hingga Surati Kemendagri

Megapolitan
Empat Kebijakan yang Diusulkan untuk Atasi Kemacetan di Depok

Empat Kebijakan yang Diusulkan untuk Atasi Kemacetan di Depok

Megapolitan
Getih Getah Riwayatmu Kini...

Getih Getah Riwayatmu Kini...

Megapolitan
Ketika PPSU Tinggalkan Sapu Lidi Sejenak untuk Rayakan Hari Jadi di Dufan

Ketika PPSU Tinggalkan Sapu Lidi Sejenak untuk Rayakan Hari Jadi di Dufan

Megapolitan
Setelah Saling Sindir hingga Lapor Polisi, Wali Kota Tangerang dan Kemenkumham Berdamai

Setelah Saling Sindir hingga Lapor Polisi, Wali Kota Tangerang dan Kemenkumham Berdamai

Megapolitan
[BERITA POPULER] Kisah Fikri Dipaksa Polisi Mengaku Jadi Pembunuh | Bahaya di Balik #AgeChallenge

[BERITA POPULER] Kisah Fikri Dipaksa Polisi Mengaku Jadi Pembunuh | Bahaya di Balik #AgeChallenge

Megapolitan
Bebas dari Tahanan, Fikri Pribadi Kini Cari Keadilan Tuntut Polisi yang Menyiksanya

Bebas dari Tahanan, Fikri Pribadi Kini Cari Keadilan Tuntut Polisi yang Menyiksanya

Megapolitan
Selain Bambu Getih Getah, Ini Daftar Pemanis Jakarta yang Berbiaya Besar tapi Tak Tahan Lama

Selain Bambu Getih Getah, Ini Daftar Pemanis Jakarta yang Berbiaya Besar tapi Tak Tahan Lama

Megapolitan
Siapa Sangka IS Pernah Dipasung Belasan Tahun Sebelum Dikenal sebagai Wawan Game

Siapa Sangka IS Pernah Dipasung Belasan Tahun Sebelum Dikenal sebagai Wawan Game

Megapolitan
Berkunjung ke Perpustakaan Erasmus Huis yang Instagramable

Berkunjung ke Perpustakaan Erasmus Huis yang Instagramable

Megapolitan
Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Viral Video Pria Terjepit di Antara Mobil dan Truk, Begini Kronologinya...

Viral Video Pria Terjepit di Antara Mobil dan Truk, Begini Kronologinya...

Megapolitan
Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran yang Landa 15 Kios di Bekasi

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran yang Landa 15 Kios di Bekasi

Megapolitan
Close Ads X