Kompas.com - 29/01/2014, 10:27 WIB
Genangan air di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Pusat setinggi sekitar 40 cm, Rabu (29/1/2014) pagi sehingga hanya lajur kanan yang bisa dilewati. Foto diambil dari akun Twitter [at]antonpw. TWITTERGenangan air di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Pusat setinggi sekitar 40 cm, Rabu (29/1/2014) pagi sehingga hanya lajur kanan yang bisa dilewati. Foto diambil dari akun Twitter [at]antonpw.
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan Listrik Negara (PLN) terpaksa memadamkan sebanyak 57 gardu listrik di DKI Jakarta. Gardu-gardu tersebut berada di wilayah yang terkena banjir parah.

Roxy Swagerino, Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, mengungkapkan, 57 gardu itu padam sejak Rabu (29/1/2014) pukul 08.00 WIB. Jumlah itu naik dari Selasa kemarin, yakni 16 gardu listrik.

"Hari ini yang terkena pemutusan (aliran) listrik yaitu Jatinegara, Kramatjati, Marunda, Pondok Kopi, Pondok Gede, Bandengan, Lenteng Agung, Kebon Jeruk, dan Bulungan," ujar Roxy pada Rabu pagi.

Roxy menjelaskan, aliran listrik bisa normal seperti sedia kala jika semua wilayah yang dilayani gardu listrik itu dalam keadaan kering. PLN juga memerlukan waktu untuk membersihkan atau memeriksa gardu hingga aliran listrik dapat disalurkan kembali ke warga.

Namun bila terjadi banjir susulan, Roxy mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan, gardu distribusi yang sudah normal akan dipadamkan kembali demi keselamatan warga.

"Pelanggan kita mohon melakukan pengecekan instalasi dan (memastikan) alat-alat elektronik dalam keadaan kering untuk menghindari adanya ancaman keselamatan jiwa," lanjutnya.

Langkah pertama bagi masyarakat yang rumahnya baru saja tergenang adalah menurunkan mini circuit breaker (MCB). Selanjutnya, cabut semua peralatan elektronik dan tusuk kontak yang masih menancap untuk menghindari bahaya yang disebabkan oleh listrik.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.