Kompas.com - 30/01/2014, 08:49 WIB
Sesosok mayat ditemukan di bagasi Nissan March depan TPU Pondok Kelapa, Jalan Raya Pondok Kopi Ujung, Pondokkopi, Durensawit, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2014) pagi. Warta Kota/Mohamad YusufSesosok mayat ditemukan di bagasi Nissan March depan TPU Pondok Kelapa, Jalan Raya Pondok Kopi Ujung, Pondokkopi, Durensawit, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2014) pagi.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi sudah memastikan bahwa mayat perempuan di dalam mobil Nissan March bernopol F 1356 KA di depan TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, adalah Feby Lorita (32). Hal itu dipertegas dengan keterangan mantan suaminya, Hendrik Sulaeman, dan kakak Feby, Evi Lorita.

Hendrik dan Evi telah mendatangi Polsek Duren Sawit ketika mengetahui berita tewasnya seorang perempuan yang diduga bernama Feby, Rabu (29/1/2014). Hendrik dan Evi kemudian dibawa ke RS Polri untuk melihat langsung jenazah yang diduga Feby.

Kurang dari 30 menit, Hendrik dan Evi berada di ruang Instalasi Kedokteran Forensik. Saat keluar, Hendrik yang memakai kaus krem dan celana pendek hijau serta sandal terlihat menangis sambil menuju ruang administrasi. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Hendrik, begitu juga Evi yang ditemani suaminya.

Setelah usai, Hendrik sempat memberikan pernyataan. Sementara itu, Evi dan suaminya tetap bungkam.

"Tadi diminta pastikan lihat jenzahnya. Kalau berdasarkan tato salib di punggungnya, saya yakin bahwa itu Feby Lorita. Saya kenal tatonya," kata Hendrik saat meninggalkan rumah sakit tersebut.

Meskipun mantan suami sudah memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Feby Lorita, pihak kepolisian tetap akan melakukan tes DNA.

"Kami sudah lakukan pemeriksaan secara fisik. Kami sudah meminta keterangan dari mantan suami dan kakaknya dengan melihat langsung jenazah," kata AKP Chalid Thayib di RS Polri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari keterangan tersebut, lanjut Chalid, diakui bahwa ciri-ciri tato salib di punggung dan bekas luka operasi caesar merupakan ciri dari Feby.

"Meskipun demikian, keterangan itu baru memenuhi 50 persen. Kami akan tetap periksa gigi geligi, sidik jari, dan DNA. Kami juga masih menunggu anak kandung Feby untuk diambil DNA melalui air liurnya," kata Chalid.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gerbong Kereta Masih di Sekitar Lokasi Anjlok, Perjalanan KRL Tak Terganggu

6 Gerbong Kereta Masih di Sekitar Lokasi Anjlok, Perjalanan KRL Tak Terganggu

Megapolitan
3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Megapolitan
Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Megapolitan
Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Megapolitan
Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Megapolitan
Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Megapolitan
16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

Megapolitan
Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Megapolitan
KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.