Kompas.com - 30/01/2014, 14:17 WIB
Pekerja dalam pembangunan proyek konstruksi mass rapid transit (MRT) di Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (11/10). Lintasan MRT Jakarta akan menghubungkan wilayah Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia dengan panjang lintasan 15,7 kilometer. Di sepanjang lintasan itu akan ada 6 stasiun bawah tanah dan 6 stasiun biasa. KOMPAS/AGUS SUSANTOPekerja dalam pembangunan proyek konstruksi mass rapid transit (MRT) di Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (11/10). Lintasan MRT Jakarta akan menghubungkan wilayah Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia dengan panjang lintasan 15,7 kilometer. Di sepanjang lintasan itu akan ada 6 stasiun bawah tanah dan 6 stasiun biasa.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAs.com
- Proyek pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan segera memasuki tahap konstruksi skala besar. Pada tahap ini, satu lajur jalan dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Sisingamangaraja akan ditutup selama empat tahun.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, penutupan satu lajur jalan dimulai dari depan Kedutaan Besar Jepang. Persiapan penutupan satu lajur di kawasan tersebut akan dimulai Kamis (30/1/2014) malam, dengan melakukan pemagaran.

Di sepanjang jalur Bundaran HI-Sisingamangaraja, nantinya akan dibangun enam stasiun bawah tanah, yakni Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setia Budi, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Bundaran HI. Di setiap titik pembangunan stasiun, akan dikukan metode cut and cover (penggalian terbuka).

Pada awalnya, untuk mengurangi dampak kemacetan lalu lintas, di setiap titik pembangunan stasiun akan dibuat tikungan buatan yang berfungsi sebagai lajur pengganti untuk lajur yang ditutup. Jadi, ruas jalan dari Bundaran HI hingga Sisingamangaraja akan tetap memiliki empat jalur. Lajur pengganti dibuat dengan mengambil area pepohonan dan sebagian trotoar.

Namun ternyata, ada dua titik yang tidak bisa dibangun lajur pengganti, yakni di Stasiun Bundaran HI (sekitar Kedubes Jepang), dan Stasiun Senayan (sekitar Bundaran Patung Pemuda), karena badan jalan yang kurang lebar, serta lebar trotoar yang terlalu sempit.

"Kami akan berusaha agar semua titik yang lajur jalannya ditutup, mulai dari Sisingamangaraja sampai Bundaran HI, jumlah lajurnya tetap sama," kata Dono melalui siaran pers yang diterima Kompas.com.

"Namun, ada beberapa titik yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penambahan lajur, seperti di area sekitar depan Kedutaan Besar Jepang dan Bundaran Patung Pemuda Senayan."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Lebar badan jalan di kedua lokasi tersebut hanya 34 meter dan 43 meter, dengan kondisi trotoar yang sempit. Karena itu sangat sulit untuk dilakukan penambahan lajur pengganti,” jelasnya.

Khusus untuk di depan Kedubes Jepang, lanjut Dono, lajur jalan yang akan berkurang adalah lajur di sisi barat yang mengarah ke Monas. Sedangkan lajur di sisi timur arah Semanggi akan tetap sama.

Pemilihan tersebut karena, arus lalu lintas di lajur sisi barat arah Monas lebih sedikit dibandingkan dengan arah sebaliknya.


Berikut titik-titik yang akan mengalami penutupan satu lajur jalan:

  • Kawasan Bundaran HI, di sekitar Kedubes Jepang (tak ada lajur pengganti, persiapan penutupan akhir Januari 2014)
  • Setiabudi (akan ada lajur pengganti, persiapan penutupan April 2014)
  • Bendungan Hilir (akan ada lajur pengganti, persiapan penutupan April 2014)
  • Di depan Pintu Masuk Istora Senayan (akan ada lajur pengganti, persiapan penutupan April 2014)
  • Di depan Ratu Plaza (akan ada lajur pengganti, persiapan penutupan April 2014)
  • Ujung Jalan Sisingamangaraja menuju ke Bundaran Patung Pemuda (tak ada lajur pengganti, persiapan penutupan April 2014)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langgar Aturan PPKM, Holywings Tebet Didenda Rp 50 Juta dan Ditutup Sepekan

Langgar Aturan PPKM, Holywings Tebet Didenda Rp 50 Juta dan Ditutup Sepekan

Megapolitan
Murid SD Usia 12 Tahun ke Atas di Kota Tangerang Mulai Divaksinasi Covid-19, Ini Jadwal dan Lokasinya

Murid SD Usia 12 Tahun ke Atas di Kota Tangerang Mulai Divaksinasi Covid-19, Ini Jadwal dan Lokasinya

Megapolitan
Polisi Ringkus Komplotan Bajing Loncat yang Beraksi di Kawasan Rawan di Cakung

Polisi Ringkus Komplotan Bajing Loncat yang Beraksi di Kawasan Rawan di Cakung

Megapolitan
Sedang Dipanaskan, Mobil Sedan Terbakar di Perumahan Sunter Garden

Sedang Dipanaskan, Mobil Sedan Terbakar di Perumahan Sunter Garden

Megapolitan
Sidang Perdana Kasus Unlawfull Killing, Dakwaan untuk Dua Terdakwa Dibacakan

Sidang Perdana Kasus Unlawfull Killing, Dakwaan untuk Dua Terdakwa Dibacakan

Megapolitan
6 Duta Besar dari Uni Eropa Tanam Pohon di Taman Wisata Mangrove Angke

6 Duta Besar dari Uni Eropa Tanam Pohon di Taman Wisata Mangrove Angke

Megapolitan
Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Megapolitan
Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Megapolitan
Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Megapolitan
Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Megapolitan
75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

Megapolitan
Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep 'Squid Game', Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep "Squid Game", Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.