PT KAI Berkilah Satpam Hendak Peringati Penumpang

Kompas.com - 31/01/2014, 11:05 WIB
Sejumlah penumpang KRL jurusan Bogor berdesakan saat berhenti menaikan penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012) sore. Akibat hujan deras yang mengguyur Bogor,Jawa Barat, membuat genangan air sampai ke rel terjadi di antara Stasiun Bojonggede hingga Bogor. Imbas dari itu, semua perjalanan KRL hanya sampai Depok.  BERITA kOTA/ANGGA BN Sejumlah penumpang KRL jurusan Bogor berdesakan saat berhenti menaikan penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012) sore. Akibat hujan deras yang mengguyur Bogor,Jawa Barat, membuat genangan air sampai ke rel terjadi di antara Stasiun Bojonggede hingga Bogor. Imbas dari itu, semua perjalanan KRL hanya sampai Depok.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait kejadian intimidasi seorang satpam Stasiun Depok terhadap calon penumpang kereta komuter tujuan Jakarta, Jumat (31/1/2014) pagi, PT Kereta Api Indonesia menyatakan satpam tersebut berupaya memperingatkan penumpang yang hendak menyeberang kereta.

"Kejadiannya karena penumpang mau lewat rel, satpam tersebut takut ada kereta yang lewat sehingga penumpang tersebut ditarik," ujar Humas PT KAI Daop I Agus Komarudin, Jumat (31/1/2014). Namun, dia mengatakan tetap akan melakukan pembinaan terhadap satpam bernama Harold P. Mewakili PT KAI, Agus meminta maaf atas insiden tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Harold mengintimidasi Bambang Jatmiko yang hendak menumpang kereta dari stasiun tersebut menuju tempat kerjanya di Jakarta Pusat. "Tiba-tiba saya didatangi sambil marah-marah oleh satpam bernama Harold P," kata Bambang, Jumat.

Bambang terus dibentak-bentak dan bahkan kemudian diseret ke pos satpam. Penyeretan dilakukan dengan merenggut kerah jaket yang dikenakan Bambang. Di dalam pos, Harold bahkan mengancam akan memukuli Bambang, bila perlu mengeroyoknya bersama teman-teman sesama satpam Harold.

Aksi Harold baru terhenti setelah seorang anggota marinir yang sejak awal ada di stasiun itu juga turun tangan. Setelah menanyai Bambang dan berkeyakinan tidak ada kesalahan ada pada Bambang, anggota marinir tersebut menarik Bambang keluar pos untuk diajak segera naik ke atas kereta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Kejahatan dengan Modus Tawarkan Pekerjaan, dari Pencurian hingga Prostitusi Online

Waspada Kejahatan dengan Modus Tawarkan Pekerjaan, dari Pencurian hingga Prostitusi Online

Megapolitan
Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Megapolitan
TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Megapolitan
4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Megapolitan
Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Megapolitan
Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Megapolitan
5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

Megapolitan
Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X