Edo Sengaja Dekati Feby demi Dapat Pekerjaan

Kompas.com - 03/02/2014, 13:37 WIB
Asido Hamonang alias Edi, tersangka pembunuhan Feby Lorita, perempuan yang jenazahnya ditemukan di depan TPU Pondok Kelapa KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARIAsido Hamonang alias Edi, tersangka pembunuhan Feby Lorita, perempuan yang jenazahnya ditemukan di depan TPU Pondok Kelapa
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Sejak awal, Asido Hamonangan alias Edo (22) ternyata memang sengaja mendekat Feby Lolita (32). Edo yang pengangguran ingin mendapat pekerjaan di usaha rental mobil milik Feby.

"Dia melihat Feby punya banyak relasi dan rental mobil. Dia tertarik untuk mendapatkan pekerjaan karena tersangka seorang pengangguran," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Mulyadi Kaharni dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Timur, Senin (3/2/2014).

Setelah dekat dan mendapatkan pekerjaan di rental mobil milik Feby, Edo yang sudah beristri ternyata juga jatuh cinta kepada perempuan beranak satu itu. Namun, pernyataannya ditolak mentah-mentah oleh Feby. Hal itu memicu kekesalan Edo hingga membunuhnya.

Menurut Mulyadi, selain pembunuhan, Edo juga mengambil barang-barang berharga berupa perhiasan milik pelaku. "Pencurian aksesori dari Feby berupa perhiasan kalung, gelang, cincin," katanya.

Ditemui di ruang tahanan Mapolres Jakarta Timur, tersangka Edo mengakui perbuatannya tersebut. "Iya, saya mengakuinya," katanya singkat menjawab pertanyaan wartawan.

Atas perbuatannya, kata Mulyadi, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Edo ditangkap pada Minggu (2/2/2014) pagi oleh tim Resmob Polres Metro Jakarta Timur di Jalan Pasar Batu, Rambung Merah, Pematang Siantar, Sumatera Utara. Polisi juga mengamankan CPU komputer, televisi, mobil Feby, dan sepeda motor.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Megapolitan
Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Megapolitan
Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Megapolitan
4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Megapolitan
Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies 'Menjomblo'?

Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies "Menjomblo"?

Megapolitan
Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Megapolitan
Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Megapolitan
5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Megapolitan
Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

Megapolitan
Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X