2 Bulan Tutup Kios, 63 Pedagang Blok G Tanah Abang Diberi Surat Peringatan

Kompas.com - 06/02/2014, 20:01 WIB
Suasana di Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2013), masih tampak sepi. Pedagang di pasar itu meminta kepada pemerintah untuk menyediakan eskalator untuk memudahkan pengunjung mengunjungi setiap lantai pasar. KOMPAS.com/UMMI HADYAH SALEHSuasana di Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2013), masih tampak sepi. Pedagang di pasar itu meminta kepada pemerintah untuk menyediakan eskalator untuk memudahkan pengunjung mengunjungi setiap lantai pasar.
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 63 pedagang Pasar Blok G Tanah Abang mendapatkan surat peringatan dari PD Pasar Jaya. Peringatan diberikan karena pedagang-pedagang itu menutup kiosnya selama hampir dua bulan.

Wakil Kepala Pasar Blok G Tanah Abang, Warno, mengatakan, pedagang-pedagang yang mendapat surat peringatan itu menempati kios di lantai 1 sampai 3 Pasar Blok G. "Pedagang yang diberikan surat peringatan di lantai 1 ada 11 kios atau tempat usaha, di lantai 2 ada 13 kios, dan di lantai 3 ada 39 kios," kata Warno.

Saat ini sejumlah kios di lantai tiga Pasar Blok G tampak tutup. Para pedagang lebih memilih berjualan di Pasar Malam Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat. Sebagian pedagang di lantai tersebut mengaku tetap bersabar menantikan janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk meramaikan pasar tersebut.


"Sudah ada sekitar dua bulan, pedagang lantai tiga sudah tutup. Kita enggak bisa nyalahin juga sih karena memang enggak ada pemasukan sama sekali," kata Tarsidi (42), salah seorang pedagang pakaian di lantai 3 Pasar Blok G, Kamis (6/2/2014).

Pria yang akrab disapa Awe itu mengaku, sejak dua bulan lalu barang dagangannya tidak laku. Padahal, harga yang ditawarkan sangatlah murah. Ia menjual baju antara Rp 70.000 dan Rp 90.000. Adapun celana dijual dengan harga Rp 120.000.

"Selama dua bulan ini saya enggak ada penglaris. Soalnya, kalau ada pengunjung lihat lantai 3 sepi, makanya mereka enggak jadi beli," kata pria yang pernah menjadi pedagang kaki lima tersebut.

Menurut Awe, omzet yang dia dapatkan sangatlah berbeda jauh ketika ia masih menjadi PKL. Dulu ia bisa mengantongi uang Rp 1 juta per hari dengan keuntungan minimal Rp 200.000 per hari. Dalam dua bulan terakhir, dia tidak mendapatkan uang sama sekali. Meski demikian, dia tetap menunggu janji Jokowi untuk memperbaiki kondisi Pasar Blok G Tanah Abang.

Awe mengatakan, seharusnya eskalator yang sudah dijanjikan Jokowi sejak enam bulan lalu segera direalisasikan. Keberadaan tangga berjalan itu dapat membantu pengunjung naik ke lantai 3 Pasar Blok G.

Warno menyebutkan, pembangunan eskalator itu masih dalam tahap pelelangan. Adapun tangga akses ke lantai 3 sedang dalam proses pembuatan di pabrik. Pembangunan food court tahap pertama dengan luas area 12x10 meter tengah dilakukan dengan pengerjaan 50 persen.

"Pembangunan food court tahap 1 untuk 50 tempat usaha, sedangkan tahap kedua belum dilaksanakan. Tahap kedua akan ada 53 tempat usaha. Ukuran tempat usaha sendiri sekitar 2x2 meter," kata Warno.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Warta Kota
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X