Soal Bus Rusak, Basuki Ngamuk, Jokowi Kecewa, Udar Pristono "Salting"

Kompas.com - 11/02/2014, 07:39 WIB
Gambar 1: Bus Transjakarta baru dengan nomor polisi B 7724 IV. Gambar 2: Instrumen dashboard tidak dibaut. Gambar 3: Kaca spion kanan rusak. Gambar 4: Tutup panel speedometer kendur. DOK. KOMPAS.comGambar 1: Bus Transjakarta baru dengan nomor polisi B 7724 IV. Gambar 2: Instrumen dashboard tidak dibaut. Gambar 3: Kaca spion kanan rusak. Gambar 4: Tutup panel speedometer kendur.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan ekspresi yang berbeda ketika sejumlah fakta kerusakan bus transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) yang baru terungkap. Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono pun sempat salah tingkah ketika ditanya masalah ini.

Konon, Basuki tak mendapatkan laporan apa pun terkait kerusakan bus-bus baru itu. Ia baru mengetahui setelah ramai diberitakan media, dan adanya BKTB yang mogok di bilangan Pluit, Jakarta Utara, tepat pada hari peluncurannya, Rabu (5/2/2014) lalu.

"Sebelum ada tulisan (Kompas.com yang berjudul 'Transjakarta dan BKTB Baru Jokowi Diduga Barang Bekas') dia sudah merasa ada yang enggak beres. Ya sudah pasti ngamuk," ujar salah seorang staf pribadi Ahok.

Sementara itu, Joko Widodo terlihat lebih tenang menghadapi persoalan tersebut. Jokowi mengaku kecewa kondisi bus impian masyarakat Jakarta ternyata tak sebaik yang dilihatnya saat peluncuran. Ia mengatakan, pernyataan Pristono tidak masuk akal terkait penyebab bus-bus baru itu rusak. Pristono mengatakan bahwa kerusakan karena adanya proses korosi selama bus dikirim dari Pelabuhan Shanghai ke Jakarta.

"Masa di  dalam kapal tongkang kena air laut. Kita kan ngirim gini ndak sekali dua kali. Kena air laut juga ya enggak apa-apa. Kan pas nyampe disemprot (antikarat) dong. Lagi pula, masa dalam kapal kena air laut," ujar Jokowi.

KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono
Bagaimana reaksi Udar Pristono? Awalnya, tak ada agenda konferensi pers soal ini. Seusai mengikuti blusukan Jokowi, serombongan wartawan melihat Pristono di depan Gedung Pemprov DKI Jakarta. Ia pun diberondong pertanyaan soal bus-bus rusak itu. Pristono tak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya. Ia kemudian mempertemukan wartawan dengan sejumlah pihak yang diklaimnya sebagai pemenang tender pengadaan bus untuk memberikan penjelasan dalam konferensi pers.

Entah karena kaget atau salah tingkah, Pristono panik dan membuka daun pintu yang salah saat hendak berlalu. Sementara para wartawan sudah memberondongnya dengan pertanyaan.

Hal itu terjadi sekitar setengah menit sebelum akhirnya salah satu staf Pristono keluar dari pintu sisi lainnya.

"Pak Pris, maaf sebelah sini Pak pintunya," ujarnya.

Pristono pun masuk melalui pintu yang ditunjuk. Cuplikan peristiwa itu sempat jadi bahan guyonan wartawan. "Ha-ha-ha Pak Pris 'salting' (salah tingkah)," ujar wartawan.

Sebelumnya diberitakan, beroperasinya 90 dari 310 bus baru transjakarta dan 18 dari 346 BKTB di Jakarta ternoda. Sebanyak lima bus transjakarta dan 10 BKTB mengalami kerusakan di sejumlah komponennya. Misalnya, banyak komponen berkarat, berjamur, dan beberapa instalasi tidak dibaut. Bahkan, ada yang tidak ada fanbelt mesin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

Megapolitan
Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Megapolitan
Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Megapolitan
Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Megapolitan
KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

Megapolitan
Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

Megapolitan
Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

Megapolitan
Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

Megapolitan
LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

Megapolitan
Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

Megapolitan
Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

Megapolitan
Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

Megapolitan
Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X